Kejati Maluku Tahan Ferry Tanaya

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kejaksaan Tinggi Maluku akhirnya meahan Ferry Tanaya alias (FT) dan Abdul Gafur Laitupa alias (AGL) di Rutan Polda Maluku.

Keduanya disangkakan terlihat dalam kasus jual beli lahan untuk pembangunan PLTMG 10 MV, di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru.

Hal in dikatakan Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Ambon Ekspres, kepada wartawan di Ambon, Senin (31/8/2020).

“Penyidik Kejati Maluku telah melakukan penahanan terhadap kedua tersangka hari ini. Keduanya sementara ditahan di Rutan Polda Maluku,” kata Samy Sapulette.

Link Banner

Samy menjelaskan, kedua tersangka ditahan selama 20 hari terhitung sejak Senin 31 Agustus sampai dengan 19 September 2020.

Baca Juga  Demo Di Depan Kantor Desa Koititi Halsel Berunjung Ricuh

Menurutya, penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka sejak pukul 09.30 WIT sampai dengan pukul 16.00 WIT dengan didampingi oleh Penasehat Hukum masing-masing.

Ferry Tanaya sediri dikenal, sebagai pengusaha pemilik HPH. Dia memiliki ijin tebang di beberapa wilayah di Maluku. Sudah bertahun-tahun pengusaha ini terlibat dalam bisnis pembabatan hutan di Maluku.

Untuk diketahui sebelumnya Tanaya dan Gafur telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Maluku masing-masing sesuai Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/2020, tanggal 08 Mei 2020 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-750/Q.1/Fd.1/05/2020, tanggal 08 Mei 2020.

Keduanya disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang. No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga  Menihilkan Ego Manusia untuk Membawa Misi Khalifah di Muka Bumi

“Intinya kedua tersangka telah ditahan pada Rutan Tantui Polda Maluku. Ikuti aja perkembangannya,” tukas Sapulette. (red)