Kejati Malut Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Kapal Nautika

oleh -273 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara akhirnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Kapal Nautika dan Alat Simulasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut.

Nilai proyek ini mencapai Rp 7,8 miliar dan dikerjakan pada 2019.

Kepala Kejati Malut Erryl Prima Putera Agoes didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Muh. Irwan Datuiding dalam konferensi pers mengungkapkan, dalam perkembangan kasus ini Kejati Malut telah menetapkan empat orang tersangka.

“Keempat tersangka dengan masing-masing berinisial IY, ZH ,RZ dan IR. Proses ini tentunya nanti berlanjut terus dan kerugian negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujar Erryl, Rabu (10/2).

Link Banner

Pengadaan Kapal Nautika sendiri digunakan untuk praktikum siswa SMK di Halmahera Timur sebesar Rp 3,2 miliar dan pengadaan alat praktikum siswa sektor kelautan dan perikanan SMK Negeri 1 Halmahera Selatan, SMK N 1 Halmahera Barat dan SMK N 2 Sanana, Kepulauan Sula.

Baca Juga  Rizal Ramli Kepret Manajemen Dua Minggu Jokowi

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Muh. Irwan Datuiding mengatakan, setelah melalui ekspos peranan masing-masing keempat tersangka, Kejati berani menetapkan empat tersangka dengan dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Untuk ke depannya, dalam kemungkinan apabila perkembangan dalam penyidikan yang akan kami laksanakan ada hal-hal yang menunjukkan atau mengarah pada seseorang baik di tingkat penyidikan atau di persidangan, tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka,” ucap Irwan.

Irwan menambahkan, proses tindak pidana korupsi membutuhkan waktu dan keahlian dari penyidik untuk membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang disangkakan kepada calon tersangka.

“Kejahatan tindak pidana korupsi ini dilakukan oleh orang-orang intelektual yang tinggi dan mempunyai modus yang susah untuk dibuktikan. Oleh karena itu kami dari tim membutuhkan waktu dan alhamdulillah sudah menetapkan empat tersangka ini,” tandasnya.

Baca Juga  Didemo, 47 Anggota Majelis Rakyat Papua Tertahan di Bandara Wamena

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-undang Nomor 32 Tahun 1999 Jo UU 20/2002 Pasal 2 dan Pasal 3 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (red/tsc)