Kejati masih teliti kasus mark up anggaran publikasi SBB

oleh -52 views
Link Banner

@PorosTimur.com | Ambon : Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih meneliti kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mark up anggaran publikasi pada Pemkab SBB tahun anggaran 2013 dan 2014.

Berkas kasus yang sudah disodorkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku itu sudah masuk tahap I, dimana nama tersangka mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Jacobus F. Puttileihalat,S.Sos tercantum di dalamnya.

Sebelumnya, kasus dugaan mark up anggaran publikasi pembuatan baliho dan spanduk Pemkab SBB tahun 2013 dan 2014 ini menelan dana sebesar Rp. 750 juta.

Sedangkan perkiraan sementara kerugian keuangan negara sebesar kurang lebih Rp. 300 juta.

Sudah 2 orang pegawai Pemkab SBB menjadi terdakwa yakni, Rio dan Petrus, dengan masing-masing berkas perkara terpisah.

Baca Juga  Polda Malut Siap Amankan Kampus Unkhair Selama Berlangsung Sidang Sengketa Pilkada di MK

Keduanya saat ini tengah menjalani proses di Pengadilan Tipikor pada PN Ambon.

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Rabu (13/12), hal ini pun tidak dibantah Kepala Seksi Penuntutan (Kasi.Tut) Kejati Maluku, Rolly Manampiring.

Menurutnya, jika sudah diberi petunjuk, maka nantinya berkas akan dikembalikan ke penyidik Dit.Reskrimsus Polda Maluku untuk melengkapinya.

”Berkas tersangkanya (J. F. Puttileihalat-red) masih diteliti jaksa untuk diberi petunjuk kepada penyidik (Dit.Reskrimsus Polda Maluku-red) nantinya,” akui Manampiring.

Jika pada tahap I ini berkas sudah diberi petunjuk dari pihak jaksa, terangnya, maka akan diserahkan atau dikembalikan lagi kepada penyidik Dit.Reskrimsus Polda Maluku untuk dilengkapi sesuai petunjuk jaksa.

”Jaksa akan mengembalikan berkas tersebut ke penyidik (di Polda Maluku-red),” pungkasnya. (team)