KEK Morotai dan OISCA Bangun Monumen Perang Dunia II

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Jababeka Morotai selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai, Maluku Utara meneken memorandum of understanding (MoU) dengan OISCA International College Foundation (OISCA Internasional) guna membangun monumen Perang Dunia II di KEK Morotai.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahaja Purnama dengan Chairman OISCA International Kuroda Yunosuke di Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021) kemarin.

“Kami berharap monumen ini bisa membuat orang Jepang yang pendahulunya meninggal di Morotai, bisa datang ke Morotai. Mereka datang untuk sembahyang atau berlibur di Morotai, sehingga muncul sebuah interaksi dan terbangun pariwisata,” terang Yunosuke dalam keteramgam tertulis yang diterima redaksi Porostimur.com, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga  Berjam-jam Menunggu di Pelaminan, Mempelai Wanita Akhirnya Pingsan Calon Suami Tak Pernah Datang

Dalam kerja sama ini, OISCA International akan membangun monumen Perang Dunia ke II beserta fasilitas penunjang lainnya. Sementara PT Jababeka Morotai akan menyediakan lokasi, lahan, hingga perizinan. Adapun konstruksinya menunggu desain dari OISCA International yang saat ini dalam proses pembuatan. “OISCA International mengaku senang karena Jababeka Morotai menyambut dengan tangan terbuka yang seharusnya inisiatif pembangunan monumen Perang Dunia II ini dilakukan pihak Jepang,” kata Yunosuke.

Link Banner

Sementara Basuri Tjahaja Purnama mengatakan monumen ini akan menggairahkan pariwisata dan meningkatkan perekonomian Morotai. Monumen Perang Dunia II ini akan menarik wisatawan secara langsung dari Jepang. “Setiap tahun mereka akan datang untuk mendoakan keluarganya. Karena masih ada ribuan jenazah belum dikembalikan ke Jepang atau belum ditemukan,” terangnya.

Baca Juga  Kementerian ESDM Tawarkan WKP Telaga Ranu di Tahun ini

Basuri menerangkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk membuat Morotai semakin dikenal di mata orang-orang Jepang. “Dengan adanya monumen ini, hubungan antara Jepang dan Morotai menjadi terkoneksi, yaitu membuat masyarakat Jepang datang ke Morotai,” kata dia.

Basuri mengatakan Jababeka Morotai juga memberikan lahan untuk training center dan fasilitas pendukung termasuk desa bernuansa Jepang di sekitar monumen Perang Dunia II. Lahan ini bisa dimanfaatkan masyarakat lokal untuk bercocok tanam atau membuat mesin pertanian dan perkebunan sehingga terjadi peningkatan skill . Selain itu, hasil bahan bercocok tanam ini bisa di ekspor ke Jepang. “Kami ingin ada transfer teknologi dengan memberikan lahan gratis untuk mereka bangun fasilitas pendukung guna menggerakkan perekonomian,” kata Basuri.

Menurut dia, kolaborasi ini merupakan kerja sama ilmu terapan sehingga dampaknya berkelanjutan. “Masyarakat lokal dilatih memproduksi produk terbaik untuk dikirim ke luar negeri, berarti ini mendatangkan devisa,” kata Basuri.

Baca Juga  "Bikin Rumah Dulu Baru Calon" Pesan Hegemoni Kelompok Borjuis

(red/bsc)