Kelola Gas Alam Masela, Inpex Dihimbau Jujur dan Terbuka

oleh -52 views
Link Banner

[carousel_slide id=’11594′]

@Porostimur.com | Ambon : Setelah Freeport Indonesia, pengembangan ladang gas abadi Blok Masela, merupakan investasi asing terbesar sejak 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global.

Jumlah output gas alam di Blok Masela sebesar 10,5 juta ton/tahun, mencakup sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG)/tahun dan kondensat sekitar 35.000 barel/hari.

Pengembangan ladang abadi Blok Masela ini akan menelan total biaya pengembangan lapangan mencapai US$ 18,5 milayr hingga US$ 19,8 milyar, dengan menyerap ribuan tenaga kerja baik saat konstruksi maupun produksi onstream.

Link Banner

Jumlah tenaga kerja yang akan terserap pada saat pembangunan yakni 30.000 orang baik langsung maupun pendukung, sedangkan saat beroperasi akan menyerap antara 4.000 sampai 7.000 orang termasuk pembangunan industri petrokimia.

SKK Migas sendiri menargetkan Blok Masela akan mulai produksi pada 2027.

Sementara pengelolaannya dipercayakan Pemerintah Indonesia kepada Inpex Coorperation sebuah perusahaan migas terbesar dari Jepang yang saat ini terlibat di kira-kira 70 proyek migas di lebih dari 20 negara, termasuk di Indonesia.

Dengan adanya keprcayaan ini, Gubernur Maluku Murad Ismail, meminta agar Inpex Coorporation lebih jujur dan terbuka menyosialisasikan manfaat dan dampak yang akan diperoleh masyarakat Maluku melalui pengembangan ladang gas abadi Blok Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga  Terlibat pemerkosaan, sopir angkot diamankan di Pos Mutiara

Hal ini ditegaskan Staf Ahli bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Lutfi Rumbia, saat membacakan sambutan Gubernur Maluku, saat menghadiri acara diskusi dan konsultasi publikk pengembangan gas alam di Blok Masela yang digelar Inpex di Swiss-Bell Hotel, Selasa (6/8).

”Sebagai wakil pemerintah pusat saya berharap Inpex sebagai operator dapat lebih jujur dan terbuka kepada masyarakat tentang manfaat yang akan diperoleh dari mega proyek ini,” ujarnya.

Keterbukaan dan kejujuran Inpex maupun Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), akunya, akan menjadi pintu masuk lancarnya aktivitas pengembangan Blok Masela.

”Keterbukaan sangat penting untuk membangun kerja sama timbal balik antara pemerintah daerah dan masyarakat di Maluku, terutama demi kelancaran pembangunan berbagai fasilitas untuk pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela,” jelasnya.

Baca Juga  Diduga Suspect Corona, Satu Warga Halbar Dirujuk ke RSUD Ternate

Masyarakat Maluku, khususnya yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, dihimbaunya untuk tidak mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Namun, mengedepankan kepentingan bersama sebagai orang Maluku yang cinta damai dibingkai semangat Pela-Gandong.

”Ciptakan suasana kondusif dan penuh kebersamaan serta bersama bergandengan tangan, bahu membahu memberi ruang bagi pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela,” tegasnya.

Kehadiran mega proyek ini, tegasnya, bertujuan semata-mata bagi kemakmuran bangsa dan negara, terkhusus kesejahteraan masyarakat di Maluku.

Untuk itu, dihimbaunya masyarakat untuk mengawal seluruh proses pelaksanaan kegiatan pengembangan Blok Masela.

Adanya sosialisasi dan konsultasi publik studi Amdal terpadu, terangnya, SKK Migas dan Inpex aakan menjadikan berbagai masukan yang diperoleh sebagai alat evaluasi terhadap rencana usaha yang telah disusun, sehingga tidak berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Kepulauan Tanimbar

”Masalah kelestarian lingkungan hidup merupakan satu kesatuan, dan tidak dapat dipisahkan dalam setiap program pembangunan, karena dampaknya mendukung eksistensi keberlangsungan manusia dan semua mahluk hidup,” timpalnya.

Untuk itu, tambahnya, penguatan perencanaan pengelolaan sumber daya alam secara holistik perlu dikedepankan dan Amdal sebagai bagian proses studi formal dijadikan alat ukur pengambilan keputusan untuk memastikan dampak lingkungan akibat rencana usaha.

”Amdal adalah alat evaluasi apakah suatu rencana kegiatan dapat dilaksanakan atau tidak. Karena itu perlu dilakukan kajian analisis guna meminimalisasi dampak negatif kerusakan lingkungan dalam pengembangan ladang gas Blok Masela di masa mendatang,” pungkasnya. (keket)