Keluarga Histeris Jemput Jenazah Meidy Tondias di Pelabuhan Bitung

oleh -147 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Kedatangan jenazah Meidy Tondais (39), disambut dengan isak tangis keluarga maupun kerabat, Jumat (1/11).

Tangisan itu pecah ketika kapal motor KM Tatamailau, Kamis 31/10/2019 kemarin, bersandar di Pelabuhan Bitung.

Tangisan keluarga bukan cuman sampai disitu, melainkan ada beberapa dari mereka histeris ketika melihat peti jenazah yang dibungkus dengan terpal hanya ditaruh begitu saja didepan haluan kapal.

Menurut keluarga, seharusnya pihak kapal menaruh peti jenazah itu ditempat yang layak, bukan seperti ini.

Link Banner

Mereka juga menyampaikan ke Porostimur.con bahwa almarhum Meidy atau biasa dipanggil dengan Opo ini adalah warga Kota Bitung berdomisili di Kelurahan Bitung Timut (Kampung Sarikalapa), Lingkungan VI, RT/RW 029.

Baca Juga  Sevilla Vs Madrid: Ayo Bangkit, Los Blancos

Menurut pihak keluarga, dari kabar yang terima dari bosnya almarhum yang ada di Merauke, katanya almarhum meninggal dengan cara loncat dari kapal ke laut.

Dimana, waktu kejadiannya itu, Kamis 24/10/2019, kapal tinggal satu jam lagi akan sandar di Pelabuhan Merauke. Kami mengangap, almarhum tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu.

Kematian almarhum, kemungkinan ada penyebabnya karena pada waktu berangkat dari Pelabuhan pada Kamis 17/10/2019 silam, almarhum sehat – sehat.

Apalagi setiap kapal singgah di pelabuhan berikut, selalu memberikan informasi dan terakhir putus kontak dengan almarhum, kapal mau keluar dari Pelabuhan Sorong

Membuat kami keluarga tambah penasaran lagi, kenapa kejadian ini tidak diproses hukum di Merauke. Seakan – akan kejadian ini seperti ada yang ditutup – tutup.

Baca Juga  Ringo Starr Rilis Single Baru di Usia 80 Tahun

Sementara petugas dari Kepolisian Mapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, meminta keluarga almarhum agar penjemputan jenazah ini jangan sampai menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek KPS Bitung, AKP MAY Diana Sitepu SH SIK menjelaskan, kasus ini sebenarnya bukan tanggungjawab kami karena kasus ini sudah diluar wilayah hukum.

Walaupun bukan wilayah kami lagi, setidaknya kami akan membantu keluarga untuk memberikan rasa keadilan dengan musibah yang menimpa mereka. Setidaknya bisa mencari tahu apa penyebab sampai almarhum Opo meninggal.

Untuk itu, saya memberikan penjelasan terhadap keluarga, kalupun pihak mereka tidak ada yang keberatan dan ingin mencari kebenaran, almarhum harus diotopsi.

Percayakan kasus ini kepada kami karena anggota saya sementara mengumpulkan semua keterangan – keterangan dari pihak kapal maupun saksi – saksi lain.

Baca Juga  Awali 2019, SMASKris gelar bersih lingkungan dan media hidrofonik

Selanjutnya, jenazah diturunkan dari kapal dan kemudian dimasukkan ke dalam mobil ambulance untuk dibawa ke Rumah Sakit Bitung.

Berita ini sampai dipublikasikan, meminta kepada pihak PT Pelni Bitung, lebih memperhatikan kenyamanan para penumpang karena diatas kapal KM Mamailau ini sudah banyak kejadian. (dan)