Kembali ke Khittah Tjokroaminoto

oleh -61 views

Rumah Tjokro menjadi rahim persemaian bagi pendiri bangsa. Di sini ide dan gagasan berkecambah dalam diri manusia-manusia penggerak perubahan. Ide dan gagasan mereka-mereka inilah yang hingga saat ini menjadi bilah-bilah penyusun ke-Indonesiaan. Spektrum gagasan yang berbilah-bilah bahkan centang perenang menjadi kekayaan yang khas bagi bangsa ini. Mungkin hanya Indonesialah satu-satunya negara di dunia yang mempunyai falsafah hidup seperti Pancasila dimana semua ideologi diizinkan ada, berada dan hidup.

Sehingga sungguh mengherankan jika saat ini kita begitu sibuk baku hantam untuk sekedar membela keyakinan pribadi dan golongan yang berbeda dengan keyakinan kelompok lain. Sementara di rumah Tjokro semua perdebatan dirayakan sebagai bentuk pengayaan berpikir untuk membangun dan memajukan bangsa. Kekhawatiran satu ideologi akan mendominasi ideologi lain jelas di luar jangkauan yang dipertimbangkan tokoh-tokoh ini. Mereka merayakan diskusi sebagai pertemuan ide-ide yang paling layak untuk mensetir arah kehidupan bangsa. Dengan kata lain saling silang penuh pertentangan antara ideologi masih dapat didudukkan dalam satu tujuan mulia: Indonesia merdeka.

Baca Juga  Joe Biden Mundur dari Pilpres AS

Kemerdekaan berpikir yang diajarkan Tjokroaminoto membuat tokoh-tokoh ini menjadi “seperti sumbu api, untuk membuat umat menjadi terang”. Kesadaran akan tujuan kemerdekaan berpikir dan berdiskusi inilah yang menjadi kecambah bagi semangat libertarianisme. Dimana penjara bagi ide sama dholimnya dengan penjara bagi kemerdekaan manusia. Disinilah Tjokroaminoto mengajak semua rakyat untuk menjadi Faber Mundi (orang yang menciptakan dunianya). Sehingga ketika rakyat banyak mengelu-elukannya sebagai Ratu Adil, Tjokroaminoto menggunakannya dengan “mempersiapkan dengan baik dan jangan mendidiknya setengah-setengah”. Tjokroaminoto menginginkan rakyat yang merdeka sejak dalam pikiran. Sehingga mustahil kiranya sebuah bangsa menginginkan kemerdekaan tetapi tidak mempunyai kesetaraan derajat dalam kemanusiaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.