Kembali ke Khittah Tjokroaminoto

oleh -61 views

Pada ide dan gagasan Tjokroaminoto juga muncul apa yang dikenal pada waktu itu sebagai “pemerintahan sendiri” (zelfbestuur). Keberanian Tjokroaminoto ini membuat pemerintah kolonial Belanda meradang marah. Dapat dikatakan inilah ide pertama tentang kemerdekaan bangsa (waktu itu belum bernama Indonesia) atau setidaknya dorongan untuk memerintah sendiri. Gelombang pasang emansipasi terasa tidak hanya di lapis intelektual tetapi juga di kalangan rakyat.

Sejak gagasan berpemerintahan sendiri itulah rakyat mempunyai keberanian diri untuk mempersenjatai diri dengan gagasan representasi manusia yang setara dengan manusia lain. Sehingga tidak ada yang lebih tinggi satu atas yang lain, bahkan juga tidak pemerintah kolonial Belanda atas rakyat Hindia Belanda. Gagasan sebagai manusia merdeka menjadi senjata yang ampuh bagi tiap-tiap diri mereka untuk mengeluarkan pikiran dan pendapatnya. Bahkan dalam tingkat lebih lanjut mereka sanggup mengorganisir diri dalam perkumpulan-perkumpulan. Dari sinilah mula munculnya serikat-serikat dan perkumpulan-perkumpulan.

Baca Juga  8 Model Baju Atasan untuk Orang Gemuk agar Terlihat Langsing

Gelombang perubahan tidak hanya terbatas pada ide dan gagasan tetapi pelan dan pasti menggerus struktur sosial, ekonomi dan politik. Pernyataan atas kebutuhan setara sebagai manusia tidak lagi hanya dalam bidang sosial dan ekonomi tetapi juga politik. Rakyat mulai terbiasa mempertahankan ide dalam kebebasan berbicara dan berdebat. Sehingga tumbuhnya gagasan untuk terbebas dari penjajahan sama pentingnya dengan kebutuhan atas kesetaraan dan persaudaraan. Ide yang sepenuhnya mirip dengan ide yang dicetuskan oleh Maximilien Robespiere dalam pidatonya 5 Desember 1790 tentang liberte, egalite, fraternite.

No More Posts Available.

No more pages to load.