Kembali ke Khittah Tjokroaminoto

oleh -61 views

Pendiri bangsa dengan ideologi dan identitas yang bersaling silang semuanya bersetia dengan tiga prinsip dasar ini kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan. Tiga prinsip ini menurut Buya Hamka adalah tiga prinsip dasar Tjokroaminoto. Sehingga debat-debat yang dihelat para pendiri bangsa merupakan investasi bagi terbentuknya identitas kolektif. Juga di dalamnya merupakan kekayaan ingatan atas jejak sejarah bangsa Indonesia yang berbhinneka, tidak hanya dalam suku, agama dan ras tetapi juga dalam ideologi. Keping-keping yang banyak beraneka rupa inilah yang kemudian berkawin mawin menjadi Indonesia. Mereka yang banyak bagai puspa warna itu adalah Indonesia tetapi Indonesia bukan hanya salah satu dari yang banyak itu.

Politik Kebhinekaan
Pemilu dari pemilu, pergantian kekuassan yang regular dan absah mustinya selalu merupakan upaya memperbaiki diri dan memperbarui tonggak-tonggak nilai kebajikan tiap-tiap masa dari sejarah bangsa. Sehingga pemilu merupakan bagian dari upaya melestarikan dan menumbuh kembangkan bangsa, bukan menambah beban persoalan bagi bangsa. Sayangnya hampir satu dekade kehidupan berbangsa dan bernegara kita dicabik-cabik dengan politik kebencian. Dengan memainkan isu paling mendasar dalam fondasi kebangsaan: identitas suku, agama, dan ras. Mekanisme sosial dan politik rakyat dalam membangun sistem kemaslahatan bersama atas dasar kekeluargaan dan permusyawaratan bersama menjadi amburadul. Politik kebencian membuat polarisasi yang membawa kesadaran berbangsa dan bernegara ini mundur jauh sebelum Sumpah Pemuda 1928.

No More Posts Available.

No more pages to load.