Kembalinya Para Sufi di Turki

oleh -138 views

Kebangkitan kehidupan beragama di ranah publik di bawah pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan atau AKP selama 20 tahun terakhir telah menyebabkan kembalinya para Sufi secara bertahap. Recep Tayyip Erdogan memberi ruang yang luas buat mereka. Padahal di era Mustafa Kemal Ataturk mereka ini dianggap sebagai simbol keterbelakangan.

Berikut ini adalah tulisan Marian Brehmer. Dia telah menjelajahi tasawuf dan kearifan Timur Tengah untuk beragam publikasi berbahasa Jerman dan Inggris. Berikut laporannya saat mengunjungi tempat wafatnya Rumi di Konya sebagaimana dilansir laman Qantara.

Konya adalah tempat yang kompleks. Wilayah ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Seljuk dan salah satu kota terbesar di Anatolia dengan populasi lebih dari 2 juta. Hampir tidak ada kota lain di negara ini, jadi mereka berbisik satu sama lain di Turki barat, di mana orang-orangnya sangat religius, sangat konservatif, sangat “terbelakang”.

Baca Juga  Foto: Ribuan Warga Ambon Konvoi Usai Timnas Belanda Kalahkan Polandia

Konya juga merupakan salah satu kota utusan perdamaian paling signifikan dalam sejarah dunia. Mevlana Jalaluddin Rumi, yang lahir di Balkh di tempat yang sekarang disebut Afghanistan pada 1207 dan meninggal di Konya pada 1273. “Mevlana” begitu orang menyebut adalah ejaan Turki dari maulana kehormatan Arab, yang berarti “tuan kami”.

No More Posts Available.

No more pages to load.