Kembang Silat Purbaya

oleh -88 views
Agung Prahitna

Oleh: Agung Prihatna, Direktur Index Indonesia

Ibarat silat, Purbaya membuka langkahnya dengan gerakan kembang. Keputusan memindahkan Rp 200 triliun ke bank-bank milik negara bak rangkaian jurus indah yang luwes, penuh daya tarik, dan mengundang tepuk tangan.

Hanya dua hari setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan, ia langsung mempraktikkan teori dasar monetarisme klasik: semakin banyak uang beredar, semakin besar peluang peningkatan aktivitas ekonomi. Tambahan likuiditas di sistem perbankan diharapkan memperluas uang beredar (M2) dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya menegaskan adanya korelasi signifikan antara pertumbuhan uang beredar dengan laju pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, M2 yang tumbuh sehat di kisaran 8 persen per tahun mampu menggerakkan perekonomian secara optimal. Namun bila M2 melejit di atas 12 persen, risiko inflasi meningkat. Sebaliknya, jika M2 stagnan di bawah 5 persen, mesin pertumbuhan pun tersendat.

Purbaya mengutip contoh era Presiden SBY, ketika pertumbuhan ekonomi beberapa kali menembus 6 persen dan stabil di kisaran tersebut selama beberapa tahun. Saat itu kebijakan fiskal dan moneter saling menopang sehingga sistem keuangan berfungsi sebagai pelumas bagi roda ekonomi.

No More Posts Available.

No more pages to load.