Kembangkan Gas Alam Masela, Inpex Gelar Diskusi Publik

oleh -33 views
Link Banner

[carousel_slide id=’11594′]

@Porostimur.com | Ambon : Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, melakukan sosialisasi analisis dampak lingkungan (Amdal) rencana kegiatan pengembangan lapangan gas abadi beserta fasilitas pendukungnya di wilayah kerja Pulau Masela.

Diskusi dan konsultasi publik ini digelar Inpex Masela di Swisbell Hotel Ambon, Selasa (6/8).

Inpex sendiri baru berkesempatan menggelar sosialisasi dan konsultasi publik dimaksud setelah menerima persetujuan revisi rencana pengembangan (POD atau Plan Of Development) proyek LNG abadi dari pemerintah pada tanggal 16 Juni 2019 kemarin.

Link Banner

Dalam keterangannya, Vice President Services Inpex Masela, Nico Muhyiddin, menjelaskan bahwa sosialisasi dan konsultasi publik tentang Amdal ini dimaksudakan menyampaikan penjelasan dan mendapatkan masukan tentang rencana pengembangan proyek abadi yang akan terdiri dari beberapa fasilitas utama beserta potensi langkahnya, yakni pembangunan dan pengoperasian sumur gas bawah laut dan fasilitas SURF (Subsea Umbilicals, Risers and Flowness) di lepas pantai Arafura, FPSO (Floating Production, Storage and Offloading Facilities) atau fasilitas pengelolaan di lepas pantai Arafura, GEP (Gas Export Pipeline) atau pipa gas bawah laut dari FPSO ke GRF (Gas Receiving Facility) atau fasilitas penerima gas di darat dan fasilitas kilang OLNG (Onshore Liquefied Natural Gas) di darat.

Baca Juga  Sering Update Status di Medsos, Indikasi Sakit Jiwa Social Climber. Anda Termasuk?

Kesempatan yang sama, Didik Sasono Setyadi, menegaskan bahwa SPT tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk melakukan pelingkupan dan identifikasi dampak potensial di dalam kerangka acuan analisis dampak lingkungan (KA-Amdal) baik dampak positif maupun negatif dari rencana pengembangan proyek LNG abadi ini sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

”Sosialisasi dan konsultasi publik ini adalah sebuah tahapan penting pembuatan Amdal ke depan yakni sebagai penyusunan KA-Andal dan penilaian serta persetujuan KA- Andal oleh Komisi Penilai Amdal Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan RI,” ujarnya.

Hasil konsultasi ini nantinya, jelasnya, akan ada penyusunan Amdal yang berisi telaah cermat dari dampak penting serta rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan.

”Yakni rencana langkah-langkah pengelolaan dampak untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif dari proyek ini akan dilanjutkan dengan penilaian terhadap Amdal RKL, RPL oleh KPA pusat dan terakhir keluarnya persetujuan izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Adapun gambaran umum skema proyek LNG abadi adalah program pengembangan, yang akan lakukan dalam membuat fasilitas sumur pemboran bawah laut dan fasilitas Explorer yaitu mengumpulkan gas dari sumur-sumur produksi gas alam dasar laut pada kedalaman 600 meter dari permukaan laut,” jelasnya.

Baca Juga  Kasdam Pattimura Ikuti Vicon Rakor Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020

Menurutnya, dari sumur pengeboran bawah laut, gas alam tersebut akan disalurkan melewati fasilitas SURF ke fasilitas pengelolaan lepas pantai (FPSO).

Dimana, dalam fasilitas ini, gas dan kandungan kondensat akan dipisahkan.

”Selanjutnya, gas kering sebagai hasil dari pemisahan tersebut akan dialirkan ke Kilang LNG darat melalui pipa sepanjang kira-kira 175 kilometer dan melewati Palung sedalam 1600 m di bawah laut. Dalam fasilitas kilang LNG berkapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun ini, gas akan diolah lagi melalui pendinginan dengan suhu sekitar 160 derajat Celcius agar menjadi gas alam cair,” tegasnya.

Ditambahkannya, Inpex merupakan perusahan minyak dan gas terbesar dari Jepang yang saat ini terlibat di kira-kira 70 proyek minyak dan gas di lebih dari 20 negara, termasuk di Indonesia.

Baca Juga  Masyarakat Capalulu Tuntut Hasil Audit Dana Desa, Kepala Inspektorat Pimpong ke Biro Pemerintahan

”Pemerintah sudah menyetujui dan memberikan kerjasama berupa alokasi tambahan waktu tujuh tahun dan perpanjangan kontrak kerjasama 20 tahun yang akan berakhir di tahun 2028, diperpanjang jangka waktunya hingga 15 November 2055. Dengan lokasi blok sepanjang 150 kilometer lepas pantai Saumlaki di Provinsi Maluku dalam wilayah 2503 kilometer persegi pada kedalaman 400 hingga 800 meter kedalaman laut. Dengan Dengan kapasitas tersebut, jumlah output gas alam 10,5 juta ton per tahun, mencakup sekitar 9,5 juta ton gas alam cair per tahun dan memasok gas untuk lokal malalui jalur pipa hingga sekitar 35.000 barrel kondensat per hari,” pungkasnya. (keket)