Kembangkan Wisata Hutan Bakau, Butuh Atensi Pemdes Iha dan Pemkab SBB

oleh -127 views
Link Banner

@Porostimur.com | Huamual : Selang beberapa tahun terakhir, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dikenal dengan potensi wisata bakau/mangrove yang terletak di Pulau Osi, Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat.

Namun potensi tersebut, ternyata bukan hanya berada di kecamatn dimaksud semata, namun juga ada pada Dusun Uhe, Desa Iha, Kecamatan Huamual .

Wilayah dimaksud, jika disimak dengan lebih seksama memiliki pohon bakau/mangrove yang begitu banyak dan terpapar di sepanjang pesisir pantai.

Keberadaan potensi wisata mangrove ini, dibenarkan salah satu warga sekaligus tokoh pemuda setempat, Uhe Mataha Luhulima, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Selasa (16/9).

Menurutnya, masih ada icon menarik lainnya yang bisa dijual melalui potensi wisata dimaksud seperti jembatan sepanjang 300 meter, maupun potensi wisata alam pendukung lainnya.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut terima Kunjungan Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Ternate

”Jika dikatakan Dusun Uhe masuk sebagai obyek wisata maka saya nyatakan itu betul, sebab sangat berpotensi sekali, Di sini kita dapat jadikan sebagai wisata pohon bakau/ mangrove, sebab sepanjang pantai hingga hutan pesisir laut ditumbuhi dengan pohon bakau/mangrove, bahkan sampai ke Dusun Hulung dan sangat padat. Bukan hanya itu, Dusun Uhe juga memiliki ikon seperti jembatan tambatan perahu yang panjangnya tiga ratus meter dari daratan, bahkan juga memiliki air terjun yang tingginya tiga puluh meter,” ujarnya.

Diakuinya, potensi wisata dimaksud masih belum diketahui oleh banyak pihak dan kalangan sehingga pengembangan dan pengelolaannya pun masih dilakukan seadanya saja.

”Mungkin daerah kami ini belum diketahui publik, sehingga belum terlalu terkenal. Maka itu semua dikembalikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat  melalui Dinas Pariwisata, agar dapat dilirik, bila perlu ditata sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah Saka mese Nusa ini,” tegasnya.

Baca Juga  Konferensi Virtual Musik Internasional Warnai HUT Kota Ambon Ke-446

Ditambahkannya, selaku pemerintah yang berada pada aras terbawah, Pemerintah Desa Iha pun harus menjemput bola dimaksud, yakni dengan mulai mengembangkan, mempromosikan serta mengupayakan perhatian dari Pemerintah Kabupaten SBB sendiri.

”Selain itu Pemerintah Desa Iha juga harus menjemput bola dalam mengelola aset yang berpotensi, hingga kedepan daerah ini dapat berkembang melalui destinasi wisata. Dan otomatis ekonomi dan taraf hidup masyarakat akan meningkat karena tertumpah ruah wisatawan yang berkunjung ke sini,” pungkasnya. (doddy)