Kemenag Maluku Siap Bantu Alih Status STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon Jadi Institut

oleh -126 views
Link Banner


Porostimur.com | Ambon
: Pelaksana tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis mengaku pihaknya siap membantu proses pengalihan status Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) Santo (St) Yohanes Penginjil Ambon menjadi Institut Pendidikan Agama Katolik (IPAK). Sebab, pihak kampus diminta melengkapi semua ihwal menyangkut alih status tersebut, termasuk menyiapkan dosen yang bergelar doktor untuk pemenuhan persyaratan berdirinya sebuah perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan Plt Kakanwil melalui sambutannya pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Dalam Rangka Wisuda Ke – 7 Sarjana Strata Satu STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon setelah Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi memberi tantangan bagi Kemenag Maluku agar ikut membantu proses pengembangan pendidikan keagamaan khususnya di Maluku.

“Ini menjadi tantang kita bahwa kedepan perubahan status menjadi penting dan saya minta Kemenag Maluku khususnya Bidang Bimas Katolik dapat bergandengan tangan bersama pihak kampus beserta yayasan guna sama-sama kita memperjuangkan pengalihan status ini karena sifatnya prioritas,” tegas Plt Kakanwil di Aula STPAK St Yohanes Penginjil Ambon, Sabtu (14/3/2020) akhir pekan.

Diharapkan dari pengalihan status, sekolah ini bisa berdiri setara dengan perguruan tinggi lainnya. Sebagaimana sejarah pernah mencatat, alih status STAIN Ambon menjadi IAIN dan STAKPN beralih ke IAKN.

“Ini yang kita harapkan kedepan, sehingga tiga perguruan tinggi itu semua berstatus sederajat yang darinya dapat melahirkan lulusan berkualitas seperti perguruan tinggi lainnya,” jelas Plt disambut tepukan para wisudawan/wisudawati dan dosen kampus tersebut.

Baca Juga  Akar Dari Kekejian

Sebelumnya, Ketua STPAK St Yohanes Penginjil Ambon, Andreas Sainyakit menjelaskan dalam laporannya, kampus ini adalah sekolah tinggi yang berdiri 13 tahun lalu dan memiliki satu program studi didalamnya, yaitu Prodi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik.

Sainyakit menguraikan lebih lanjut, STPAK St Penginjil Ambon kemudian terus mengembangkan dirinya dengan visi yang baru dirumuskan bersama menuju Kampus PEDULI (Profesional, Ekologis, Demokratis, Unggul, Loyalitas, dan Inovatif).

Untuk mencapai visi tersebut, maka Prodi PPAK terus berjuang mengembangkan misinya. Pertama, mewujudkan sekolah tinggi dengan tata kelola yang baik dan profesional.

Berikut misi kedua, Sainyakit menjabarkan STPAK St Yohanes Penginjil Ambon akan diwujudkan menjadi kampus yang bersih, hijau, dan ramah.

Ketiga, misi selanjutnya adalah mewujudkan kepemimpinan sekolah tinggi yang partisipatif.

Keempat, mewujudkan sekolah tinggi yang unggul dan bersaing dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kelima, mewujudkan sekolah tinggi yang memiliki kepatuhan dalam berkarya.

Keenam, Sainyakit menambahkan misi terakhir adalah mewujudkan sekolah tinggi yang kreatif dan visioner.

“Dengan berpedoman pada visi misi tersebut, maka diusahakanlah pengembangan yang terus menerus pada sejumlah bidang yang penting, yaitu tata pamong dan pengelolaannya,” jelas Sainyakit.

Baca Juga  Kabur Ke Namlea, Pelaku Penipuan Ratusan Juta Ditangkap

Sainyakit kemudian melaporkan lebih lanjut, sejak terakreditasi pada tahun 2013 serta direakreditasi tahun 2018, STPAK berusaha menjawab kebutuhan pembenahan kampus di dua bidang itu, tata pamong dan pengelolaan sekolah.

Usaha ini diterangkannya, mencakup revisi terhadap sistem dan regulasi demi memperoleh kerangka bertindak dalam mewujudkan sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

“Dengan demikian, semua unsur pimpinan sekolah tinggi semakin terbantu untuk menjalankan pengelolaan pendidikan sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah,” akui Sainyakit.

Berikut Sainyakit meloporkan jumlah mahasiswa reguler Prodi PPAK pada Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 135  orang.

Jumlah ini dipandangnya perlu terus menerus ditingkatkan melalui promosi yang berkelanjutan, agar semakin banyak orang-orang mudah tertarik untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di sekolah tinggi ini sebagai calon guru agama Katolik.

“Ini yang kita harapkan, kedepan sekolah ini harus menjadi sekolah pilihan pertama dari perguruan tinggi lainnya,” harapnya.

Sainyakit kemudian mencatat mahasiswa saat ini yang menempuh studinya di STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon notabenenya berasal dari Ambon, Seram, Buru, Kepulauan Kei Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Tanimbar, dan Maluku Utara.

Sementara SDM yang dimiliki STPAK ini telah memiliki kategori dosen dengan kualifikasi pendidikan strata dua (magister) sudah terpenuhi. Saat ini tercatat 14 dosen tetap telah ada di kampus tersebut untuk menyalurkan kompetensi dan keilmuan baik dari segi agama maupun pengetahuan umum.

Baca Juga  Dihack, Diskusi Kominfo & Wantiknas Lewat Zoom Ada Gambar Porno

Namun dikatakan Sainyakit, studi lanjut dosen ke jenjang strata berikutnya terus dilakukan dengan manjalin kerjasama antar yayasan dan Keuskupan Amboina.

“Jumlah dosen yang sementara menempuh studi lanjut untuk jenjang pendidikan strata dua baik di dalam maupun luar adalah sebanyak 6 orang dan strata tiga (doktor) sebanyak tiga orang,” rincinya.

Selain itu, urusan administratif lainnya seperti Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan jenjang kepangkatan akademik serta sertifikasi dosen tetap terus diupayakan.

“Kita juga fokus pada tenaga kependidikan lainnya agar terus dilakukan melalui program studi lanjut, training maupun berbagai kursus” tambahnya.

Terakhir, Sainyakit berharap dari 15 orang lulusan sarjana pendidikan yang diwisudakan hari ini mampu menjawab kebutuhan khususnya Gereja Katolik Keuskupan Amboina dan masyarakat Maluku pada umumnya.

Selain Uskup Diosis Amboina dan Plt Kakanwil, Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda ke – 7 Sarjana Strata Satu STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon ini juga dihadiri Rektor Unpatti, M.J Sapteno, Ketua Yayasan Santa Theresia, Rd. Agustinus Arbol, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. (keket/inmas/zam).