Kemenag Maluku Imbau Para Imam Patuhi Anjuran MUI dan Pemerintah

oleh -143 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis menegaskan bahwa menyelamatkan jiwa manusia dalam strategi penanganan dan pencegahan wabah pandemi Coronavirus Disease (Covid – 19) merupakan jihad fi sabilillah.

Hal ini dikemukakan Jamaludin saat memberikan arahan kepada para imam masjid dan tokoh agama melalui rapat pertemuan bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Provinsi Maluku di Aula Markas Korem 151/Binaya, Ambon, Rabu (20/5/2020).

Jamaludin Bugis menuturkan, jika belakangan ini di beberapa daerah yang masih kategori zona hijau bisa mengamalkan amanat MUI dan edaran Kementerian Agama, maka Kota Ambon dengan status darurat atau zona merah ini harusnya lebih menunjukkan kepedulian untuk keselamatan jiwa manusia.

Baca Juga  Pemkot Ambon akan Terapkan PSBB Tingkat Kelurahan

“Jika memberi orang lain makan saja bisa dikatakan jihad, lantas bagaimana dengan kita memuliakan dan menjaga jiwa manusia,” tukas Jamaludin Bugis

Pertemua terbatas tersebut dihadiri Kapolda Maluku, Baharudin Djafar, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon, Zain Firdaus Kaisupy, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo dan perwakilan Pangdam XVI Pattimura sejumlah perwakilan ormas Islam.

Jamaludin Bugis berharap, seluruh imam masjid di Kota Ambon bisa memberikan edukasi bagi masing-masing jamaahnya agar pelaksanaan ibadah dalam bulan suci ramadan maupun saat shalat Idul Fitri 1441 H nanti masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah sekaligus mengamalkan fatwa MUI sebagai lembaga perkumpulan para ulama di Indonesia.

Baca Juga  Berikut Panduan Ibadah Natal 2020 yang Dikeluarkan Menag

Diingatkan, lonjakan penularan diprediksikan akan terjadi jika masih ada konsentrasi massa saat shalat id berlangsung, baik di lapangan maupun masjid.

“Kami minta seluruh imam masjid di Kota Ambon bisa mengajak jamaahnya untuk sama-sama mengikuti fatwa ulama agar tetap melaksanakan shalat ibadah di rumah masing-masing,” harap Jamaludin.

Selain dihadiri para imam masjid, rapat pertemuan ini juga dihadiri tokoh-tokoh agama non muslim di Kota Ambon. Kehadiran pemuka lintas agama ini diharapkan dapat menyatukan persepsi masyarakat agar fatwa MUI terlaksana dengan baik di tengah wabah pandemi covid – 19. (keket/inmas/zam)