Kemenkes Ketahuan Bohong Soal Pasien Corona

oleh -252 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Dua pasien asal Depok baru tahu bahwa mereka positif terjangkit virus Corona atau Covid-19  setelah Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan hal tersebut.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, hal itu memang sudah diatur dalam Undang-undang.

“Jadi betul, jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali. Saya pun sebagai Dirut tidak boleh bicara. Itu sudah aturannya,” ucap Mohammad Syahril saat dikonfirmasi di RSPI Sulianti Saroso, Rabu (4/3/2020).

Syahril mengaku, posisinya sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso juga tidak mempunyai kapasitas untuk menyampaikan wabah ini. Terlebih, harus menyampaikan secara langsung pada dua pasien yang dinyatakan positif Corona.

Sehingga, pihak rumah sakit tak langsung memberi tahu kepada kedua pasien tersebut. “Luar biasa kemarin Presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada Undang-undangnya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum Presiden mengumumkan,” ucapnya.

Tersiar kabar sebelumnya, ada pesan yang beredar jika sang pasien mengaku bingung lantaran identitas dirinya dan ibunya sudah terungkap di media massa bahwa mereka terinfeksi positif virus Corona. Tak hanya itu, bahkan foto dirinya telah tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Baca Juga  Peneliti Temukan HIV Jenis Baru

Dalam isi pesan tersebut, dikatakan, dirinya mengaku mengalami batuk dan demam sejak 16 Februari 2020. Sejak mengalami batuk dan demam, ia mengaku tak pernah keluar rumah. Kemudian pada Kamis (27/2/2020), lantaran tak kunjung sembuh, ia bersama ibunya memutuskan untuk memeriksa dirinya di RS Mitra Keluarga Depok.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ia divonis terkena bronchopneumonia dan ibunya terkena tifus. Berdasarkan hal ini, dia tak pernah terpikir bakal terinfeksi virus Corona.

Kemudian pada Jumat (28/2/2020), pasien tersebut mengaku menerima info dari rekannya di Malaysia, jika ada WNA Jepang yang positif terkena virus corona usai dari Amigos, Kemang, dan Paloma, Menteng.

Karena itu, dirinya menginformasikan kepada dokter untuk diperiksa. Namun, ia justru diisolasi tanpa diberikan informasi bahwa dirinya terinfeksi corona pada Minggu (1/3/2020) di RSPI Sulianti Saroso.

Baca Juga  Mantapkan USBN, bantu siswa hadapi UN

Pasien tersebut mengaku hingga kini juga mengaku tak mengenal warga Jepang tersebut. Pasien itu mengaku ketika itu dirinya berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Ia mengaku sengaja tak berkomentar di grup WhatsApp karena bingung lantaran hingga kini belum ada dokter yang menjelaskan hasil dari pemeriksaan dirinya dan sang ibu.

Bahkan, dirinya memberikan kontak keluarga hingga teman terdekat untuk diambil sampel oleh Dinas Kesehatan. Pasien tersebut mengatakan dirinya akan menghargai masyarakat agar tidak menyebarkan fotonya.

Tak hanya itu, ia mengaku saat ini stres di dalam ruangan isolasi karena pemberitaan dari media sosial hingga media massa terkait dirinya dan foto-foto yang tersebar. Meski begitu, ia mengapresiasi jika orang-orang yang dikenalnya tak menyebarkan foto-foto dirinya dan ibunya.

Lebih lanjut, ia mengaku berada di tangan yang baik di dalam ruangan isolasi. Ia mengatakan akan berada di ruang isolasi sampai dinyatakan negatif virus corona.

Baca Juga  Ali Roho Talaohu Terpilih Sebagai Koordinator Regional PKH Teladan Tingkat Nasional

Sebelumnya, Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19, Achmad Yurianto menyangkal bahwa pasien positif Covid-19 tak tahu dirinya terinfeksi sampai akhirnya Presiden Jokowi mengumumkan ke publik.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes itu, dua pasien tersebut sudah diberitahukan oleh pihak rumah sakit terkait status kesehatannya. Sebab, keduanya sudah menandatangani persetujuan untuk masuk ruang isolasi.

“Sudah tanda tangan. Kalau dia tidak tahu dia positif, dia enggak akan masuk ruang isolasi,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Informasi persetujuan tersebut, kata Yuri, diberikan kepada pasien dalam bentuk dokumen, kemudian ditandatangani pasien, jika menyetujui segala bentuk penanganan dari rumah sakit termasuk ruang isolasi. Terlebih, katanya, Direktur Utama RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso sudah melaporkan bahwa tim kesehatan telah melakukan langkah persetujuan itu. (red/rtm/viva/wec