Kemenkes Mulai Kirim SMS Vaksinasi, Siapa Saja yang Menerimanya?

oleh -66 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mulai mengirimkan pesan singkat atau SMS kepada penerima vaksin Covid-19, Kamis (31/12/2020).

Pengiriman SMS itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

“Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 terhadap sasaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU diawali dengan pengiriman pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast pada tanggal 31 Desember 2020,” demikian bunyi peraturan tersebut.

Siapa saja yang menerima SMS tersebut?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Nadia Tarmizi, mengatakan, pengiriman SMS pertama pada 31 Desember 2020 merupakan edukasi kepada penerima vaksin.

“SMS hari ini sifatnya edukasi, mengajak, dan mengingatkan tentang vaksinasi Covid-19,” kata Nadia seperti ditulis Kompas.com, Kamis (31/12/2020).

Baca Juga  Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Juli 2019 Turun 0,76 persen

Menurutnya, pengirim SMS tersebut adalah ” Kemenkes” atau “Kominfo” atau “Vaksin Covid-19”.

Yang menerima SMS masuk prioritas pertama vaksinasi

Nadia memastikan, mereka yang menerima SMS edukasi ini dipastikan masuk dalam prioritas pertama vaksinasi virus corona.

Mereka adalah kelompok masyarakat berusia 18-59 tahun dan diutamakan dari tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, mereka harus memastikan data NIK dan nomor ponsel dengan cara mengisi identitas pada link formulir yang akan dikirim melalui SMS selanjutnya.

“Seharusnya (masuk prioritas pertama), kalau data NIK dan nomor handphone benar yaa, untuk itu kita meminta agar mengisi form terkait identitas diri,” jelas dia.

Dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/12757/2020 juga telah disebutkan bahwa masyarakat yang menerima SMS wajib mengikuti pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga  Power Rangers Syariah Hebohkan Media Sosial! Netizen Auto Nyebut

Nadia mengatakan, Kemenkes memperkirakan, vaksinasi untuk kategori prioritas pertama ini bisa dimulai antara 15-25 Januari 2021.

Akan tetapi, hal tersebut tergantung pada izin yang dikeluarkan oleh BPOM.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 54 Tahun 2020, ada beberapa kelompok prioritas penerima vaksin.

Mereka adalah:

  • Tenaga kesehatan
  • TNI
  • Kepolisian
  • Aparat penegak hukum dan petugas layanan publik
  • Tokoh masyarakat/agama
  • Pelaku perekonomian strategis
  • Guru atau tenaga pendidik
  • Aparatur kementerian
  • Organisasi perangkat daerah
  • Anggota legislatif
  • Masyarakat rentan geospasial, sosial dan ekonomi
  • Masyarakat pelaku perekonomian lainnya.

Untuk diketahui, Indonesia saat ini telah memastikan 3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Jumlah itu termasuk 1,8 juta dosis yang tiba di Indonesia pada Kamis (31/12/2020).

Baca Juga  Kadispora: Tidak Ada Persyaratan Tambahan Bagi Bacapas Morotai Tahun 2020

(red/kompas.com)