Kemenkes Siapkan 23 Ribu Vaksinator, RSUP J Leimena Jadi Rumah Sakit Simulasi

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Saat ini ada tiga kota yang sedang dan akan melakukan simulasi vaksinasi Covid-19. Masing-masing Bogor, Denpasar, dan Ambon.

Kemenkes sudah melakukan simulaisi vaksinasi Covid-19 di Ambon. Tepatnya di  RSUP J Leimena, Ambon, Maluku. Simulasi tersebut dilakukan pada Selasa lalu (27/10) lalu.

Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Andi Saguni mengatakan, prinsipnya, pengembangan vaksin dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Dengan berpedoman pada standar kesehatan yang berlaku. Setelah uji klinis memberikan hasil yang sesuai standar kesehatan, maka BPOM baru bisa mengeluarkan emergency used of authirization atau izin untuk digunakan.

Andi Saguni bilang, simulasi vaksin harus teratur dan pasti. Yang diatur adalah bagaimana orang masuk, di dalam ruangan, hingga keluar gedung. Yang turut diperhatikan juga adalah kemampuan SDM di rumah sakit tersebut. 

”Pelaksanaan pemberian vaksin harus dipastikan kelengkapan peralatan, gedung, dan SDM,” katanya.

Baca Juga  Jenazah Pasien PDP Dimakamkan di TPU Milik Pemkot Ambon

Dalam rumah sakit pun diberlakukan protokol kesehatan. Setiap yang datang harus menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun. Agar orang yang datang mematuhi, maka perlu didukung dengan sarana yang baik. Misalnya ada tempat cuci tangan dan handsanitizer di lokasi yang terjangkau dan mudah ditemukan.

Lebih lanjut Andi menjelaskan alur simulasi pemberian vaksin Covid-19. Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi COVID-19 Kemenkes, alur pemberian vaksin dilakukan melalui lima tahapan. ”Pendaftaran, skrining, pemberian vaksin, konsultasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dan menunggu selama 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan. Setelah itu selesai,” tuturnya.

Pada saat skrining, calon penerima vaksin didata identitasnya. Termasuk juga digali informasi mengenai gejala yang sama seperti Covid-19, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penggunaan obat, riwayat pemberian vaksin dalam waktu 1-14 hari terakhir, dan kondisi kehamilan. Kemudian calon penerima vaksin menuju ruang tindakan untuk diberi vaksin.

Baca Juga  Peringati HUT, Satgas Yonif RK 732/Banau Gelar Bakti Sosial di Aboru

Vaksin diberikan dua kali. Setelah vaksin pertama maka diberikan vaksin lagi di hari ke -14 setelahnya. ”Di ruangan, calon penerima vaksin mendapatkan kartu imunisasi Covid-19 dan status pemberian imunisasi,” bebernya.

Setelah itu penerima vaksin menuju ruang KIPI. Penerima vaksin dijelaskan apa itu KIPI, gejala yang timbul setelah diberi vaksin, dan penanganannya. Selanjutnya penerima vaksin diarahkan menuju ruang tunggu, mereka diharuskan menunggu hingga 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan. Apabila terjadi gejala bisa langsung ditangani. Setelah itu penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. ”Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tuturnya. (red)

Baca Juga  Korindo Pembawa Virus Deforestasi di Maluku dan Papua