Kenaikan BBM Tidak Mendasar, Masyarakat SBB Mengeluh

oleh -96 views
Link Banner

@Porostimur.com | Piru : Gempa yang mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) beberapa pekan kemarin, ternyata dimanfaatkan juga oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pasalnya, bencana alam ini juga dijadian alasan bagi penjual pengecer bahan bakar minyak (BBM).

Alhasil, bukan hanya pengendara pada jalur perhubungan darat saja yang mengeluarkan keluhannya, namun para nelayan pun ikut menyuarakan kesesakan yang dialami akibat kenaikan harga BBM yang dinilai tak mendasar.

Hal ini pun dibenarkan salah satu nelayan di wilayah Piru, Qudrat S, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/10).

Ditegaskannya, kenaikan BBM ini sangat tidak mendasar, terlebih pasca bencana gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah kabupaten yang berjuluk Saka Mese Nusa itu.

Baca Juga  Anggota sindikat curanmor masih di bawah umur

”Kenaikan hanga Bahan Bakar Minyak di wilayah Seram Bagian Barat sangat tidak mendasar. Banyak pengecer yang menjual rata-rata menaikkan harga. Dan hal ini dilakukan sejak pasca gempa yang melanda Provinsi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat,” sesalnya.

Harga BBM yang mengalami kenaikan, akunya, sangat bervariasi.

Sebut saja Premium atau bensin, jelasnya, yang biasanya dijual dengan harga Rp 10 ribu/liter, kini dijual dengan harga Rp 13 ribu/liter.

Hal yang sama, tegasnya, juga berlaku bagi Petrolite yang kini dijual Rp 12 ribu/liter, padahal sebelumnya hanya Rp 10 ribu/liter.

”Kenaikan seperti ini sangat berpengaruh terhadap setuasi ekonomi masyarakat setempat, bahkan dapat mempengaruhi haraga sembako, tarif transportsi darat dan laut. Olehnya itu saya meminta Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar segera menindaklanjuti kenaikan harga BBM di wilayah Seram Bagian Barat yang dinilai sangat tidak mendasar yang sangat menyusahkan masyarakat. Selain itu, juga untuk Kepolisian Resor Seram Bagian Barat, agar menegur pada pengecer BBM yang dinilai menaikkan harga dengan tidak wajar,” pungkasnya. (doddy)