Kepala Bappenas Buka Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 yang seyogyanya dilaksanakan di Sorong (Papua Barat), karena pertimbangan masalah keamanan, akhirnya dialihkan pelaksanaannya di Kota Ambon, Kamis (12/9).

Bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, membuka dengan resmi pelaksanaan konsultasi yang diikuti empat provinsi di kawasan Indonesia Timur yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Maluku Bpk. Murad Ismail dalam sambutannya meminta Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk turut mendorong pembangunan strategis nasional di Maluku.

Dengan luas wilayah yang begitu luas dan berkepulauan, dirinya meminta Pemerintah Pusat melalui KPPN/Bappenas mempertimbanglan alokasi dana pembangunan daerah ini, baik melalui DAU maupun DAK yang tergolong sangat kecil, berbeda dgn daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Bappenas (foto.humas Maluku)

Menanggapi hal itu, Menteri PPN mengatakan akan memperhatikan catatan Pak Gubernur dan akan menjadi salah satu perhatiannya.

Baca Juga  Menkopolhukam & Mendagri Gelar Pertemuan Dengan Forkopimda Maluku Terkait Corona dan Pilkada 2020

Menurut Menteri, salah satu variabel dalam penyusunan DAU juga adalah memasukkan hambatan geografis, dan ini yang bisa didorong untuk mendongkrak alokasi anggaran pembangunan buat Provinsi Maluku.

“Paling penting adalah bagaimana memperbaiki koefisien hambatan geografis, khusus untuk daerah kepulauan. Ini akan menjadi perhatian. Saya akan minta ke teman-teman di Bappenas untuk bisa kita sampaikan ke Kementerian Keuangan, tempat saya dulu di Ditjen Perimbangan Keuangan yang memang tugasnya membuat dan mengupdate formula DAU. Apakah nanti datanya kita cek atau koefisien dari hambatan geografis perairan yang harus disesuaikan agar beban tanggungjawab Provinsi Maluku yang besar ini, sehingga otomatis DAU nya mengikuti. Ini yang saya janjikan ke Pak Gub. Kita akan segera follow-up, akan menjadi perhatian kita terutama untuk lima tahun ke depan karena bagaimana pun saya melihat Provinsi Maluku, tidak hanya sebagai tuan rumah, namun Provinsi Maluku potensinya yang luar biasa besar,” demikian Menteri PPN. (Keket)