Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com |Ambon: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Doni Monardo, kembali lagi ke Ambon, Provinsi Maluku untuk memenuhi perintah Presiden dan sekaligus untuk melihat sudah sampai mana perkembangan penanganan korban gempa bumi yang mengungsi, Rabu (9/10/2019).

Setelah Kepala BNPB RI, Doni Monardo tiba di Ambon, langsung disambut oleh Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kasdam XVI Pattimura Brigadir Jenderal TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P dan juga Plt Sekda Maluku, Kasrul Selang di Bandara Pattimura.

Usai beristirahat sejenak, rombongan kembali menuju pelabuhan laut Desa Tulehu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Disana Bupati Malteng Abua Tuasikal beserta jajarannya telah menunggu untuk bersama ke Negeri Oma, Negeri Haruku, Negeri Rohimoni dan Negeri Kailolo di Kecamatan Haruku untuk melihat para pengungsi secara langsung.

Pada kesempatan ini, Doni bersama rombongan bertatap muka serta berdialog langsung dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama. Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan kedua kali ini, merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayan terbaik kepada warga negaranya.

“Saya sudak melakukan pertemuan dengan Pak Presiden dan beliau memerintahkan saya kembali ke Maluku untuk memastikan bagaimana pemberian pelayanan ke masyarakat yang berdampak gempa”, ujanya.

Baca Juga  Polri Paparkan Kronologi Meninggalnya Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup

Ia menjelaskan, pelayanan yang dimaksud adalah termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan juga pangan. Dengan harapan agar semua bisa tertangani cepat dan tepat sasaran, maka dibutuhkan dukungan semua pihak.

“Ini tidak bisa dikerjakan oleh satu lembaga namun perlu dukungan semua pihak yaitu Pempus, Pemda dan juga semua kompoenen yang miliki kepedulian untuk ini”, ujarnya.

Hal ini penting, tukasnya karena bencana seperti gempa, banjir dan tanah longsor hampir terjadi di seluruh Indonesia. Sehingga dukungan dari tokoh masyarakat, agama dan semua pihak sangat membantu.

“Mari kita berkerja keras untuk meringankan beban saudara kita. Agar semua bisa terselesaikan, bila belum, tolong dilaporkan ke pejabat terkait” harap Doni.

Baca Juga  Ngeri! LIPI Ungkap Fenomena Tanah Merayap di Maluku

Jendral bintang tiga itu, juga menghimbau agar masyarakat tidak panik dan takut berlebihan. Kondisi ini memang membuat kita semua panik dan takut, karena itu manusiawi. Selain itu juga Doni menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat jangan percaya dan tidak terpengaruh dengan berita/isu-isu bohong (HOAX) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Jangan panik dan jangan takut berlebihan. Bohong kalau keadaan begini orang tidak takut tapi jangan berlebihan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Malteng Abua Tuasikal menghimbau agar masyarakat sebelum bertindak alangkah baiknya berkoordinasi dengan instansi resmi yang mengetahui berbagai persoalan terkait bencana.
Ia memastikan Pemerintah Pusat maupun daerah akan selalu ada dalam menangani bencana ini. “Tentang bantuan pemerintah akan selalu hadir. Saat ini sementara didata terkait kebutuhan pangan, kesehatan dan juga pendidikan”, ujar Tuasikal.

Baca Juga  Danrem 151/Binaiya dan Wakil Walikota Ambon Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19

Usai dari Pulau Haruku, Doni beserta rombongan kembali ke Ambon dan meninjau pengungsi yang berada di Kampus Universitas Darusallam Ambon, Desa Tulehu.

Doni bersama rombongan meninjauan ke Pos Keslap, Dapur Lap dan Gudang Logistik. Selain itu, Doni juga menuju ke Rindam XVI/Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pengungsi dan rusun yang rusak berat.

Dari sana, Doni langsung makan siang dan menuju ke Posko Induk PDB Provinsi Maluku di Baileo Makorem 151/Binaiya guna bertemu tokoh agama serta konfrensi pers.

Di lokasi ini, Doni menyerahkan bantuan dana siap pakai untuk penanganan darurat gempa kepada tiga kabupaten yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat, masing-masing sebesar Rp. 1 miliar. Sementara untuk Provinsi Maluku diserahkan bantuan dana siap pakai sebesar 500 juta rupiah. (Ebot)