Kepala BPH Migas: Pemerintah Ingin Wujudkan Keadilan Ketersediaan BBM

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengungkapkan, pemerintah ingin mewujudkan keadilan ketersediaan, keadilan distribusi, dan keadilan harga di bidang energi melalui BBM satu harga.

Hal itu dia sampaikan saat meresmikan secara serentak 44 Penyalur BBM 1 Harga di NTB, akhir pekan lalu.

“Dan ini tidak hanya jargon, tapi telah dibuktikan dengan diresmikannya program BBM satu harga ini. Alhamdulillah walaupun tahun 2020 ini terjadi pandemi Covid-19, dengan kerja keras, sinergi, koordinasi dan kerjasama yang luar biasa antara BPH Migas, PT. Pertamina (Persero), Pemerintah Daerah maka target pembangunan Penyalur BBM 1 harga dapat selesai tepat waktu” jelas Ifan, sapaan M Fanshurullah Asa di Lokasi peresmian.

Dengan diresmikan secara serentak 44 Penyalur BBM 1 Harga ini, maka arget pembangunan 83 lembaga penyalur BBM 1 Harga di tahun 2020 telah tercapai tepat waktu.

Ifan menjelaskan, target 83 lokasi penyalur BBM 1 Harga di tahun 2020 tersebar di wilayah 3T dengan rincian 13 Penyalur di Sumatera, 13 di Kalimantan, 21 di NTB dan NTT, 7 di Sulawesi, dan 29 Penyalur di Maluku dan Papua. 44 Penyalur BBM 1 Harga yang diresmikan hari ini meliputi 1 Penyalur di Propinsi Aceh, 1 Riau, 2 Kepulauan Riau, 4 NTB, 6 NTT, 4 Kaltara, 2 Kalbar, 1 Sulteng, 5 Maluku, 7 Maluku Utara, 3 Papua, dan 8 Penyalur di Papua Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat memperoleh Alokasi Pembangunan Penyalur BBM 1 Harga sebanyak 19 Lembaga Penyalur BBM 1 Harga Tahun 2020-2024 dan untuk tahun 2020 ini, sebanyak 5 Penyalur.

Baca Juga  Warga Pulau Hiri, Siap Menangkan Yamin-Ada di Pilwakot Ternate 2020

Ifan juga berharap agar dilakukan pengawasan secara bersama-sama baik dari BPH Migas, Pemerintah Daerah, Kepolisian, PT. Pertamina (Persero) dan masyarakat agar BBM 1 Harga dapat tepat sasaran dan tepat volume, serta tidak disalahgunakan, dan PT. Pertamina agar tetap menjaga suplai BBM.

“BBM subsidi jangan sampai dijual ke pihak industri, karena ini hak masyarakat kecil seperti nelayan, petani dan pengusaha kecil atau UMKM. BBM 1 Harga adalah keadilan yg menggerakkan pertumbuhan ekonomi bangsa” tambah Ifan.

Kehadiran BBM 1 Harga telah terbukti membawa dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3 T. hal ini sejalan dengan Visi & Misi Presiden RI yaitu membangun dari wilayah Tertinggal Terdepan dan Terluar.

Baca Juga  Alumni Muda Jagokan Sofyan Daud di Muswil III KAHMI Malut

Lebih lanjut Ifan menjelaskan bahwa teori Trickle Down Effect oleh Albert Hirschman ini dikutip untuk menjelaskan BBM 1 harga adalah antitesis terhadap teori tsb karena keadilan justru yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi bukan sebaliknya yang mesti dengan pertumbuhan yang terpusat lalu menetes ke daerah untuk mewujudkan “keadilan”

Mantra atau ide ini disebut dalam Nawacita membangun dari pinggiran alias wilayah 3T
“Jadi satu saat kita bercita-cita dan optimis wilayah 3T adalah menjadi kawasan baru penggerak pertumbuhan ekonomi” demikian pernyataaan Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, yang pernah menjadi peserta terbaik Lemhannas RI angkatan 44 tahun 2010. (jefri/mdk)