Kepsek SMA LPM Desa Koititi Tahan Ijazah Para Lulusan, Orang Tua Resah

oleh -287 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Orang tua siswa alumni SMA LPM Desa Koititi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengeluhkan adanya penahanan ijazah para siswa oleh Kepala Sekolah, Idris Umsohi.

Padahal sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, atau bahkan Dinas Pendidikan Provinsi tidak diperkenankan menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah sah dengan alasan apapun.

Namun nasib berbeda dialami siswa alumni SMA LPM Desa Koititi tahun ujian 2020. Sebab sudah hampir setahun lulus tapi belum juga menerima Ijazah.

“Sudah hampir setahun Ijazah anak-anak kami belum diberikan, padahal kami sudah bayar uang ujian sebesar Rp 500.000 di tambah lagi uang administrasi Ijazah RP 100.000. Tapi sampai sekarang Ijazah anak kami belum juga di berikan,” tutur Badarudin, salah satu orang tua siswa, Ahad (14/3/2021)

Link Banner

Badarudin menyesalkan sikap Kepala Sekolah Idris Umsohi yang terkesan mengabaikan nasib para siswa, karena sudah hampir setahun ijazah para lulusan belum juga diberikan.

Baca Juga  Dana publikasi BPPKAD SBB, Ditreskrimsus lakukan penyidkan ulang

Kekesalan ini bukan tanpa alasan, sebab kata Badarudin, bahwa ada siswa yang mendaftar TNI dan Polri namun terhalang dengan di tahanya Ijzah siswa oleh Kepala Sekolah.

“Banyak para orang tua siswa yang mengeluh, karena Ijazah belum juga ada, baru ada yang mau ikut tes tapi terhambat,” sesal Badaruddin.

Hal yang sama juga disampaikan Waludin, orang tua siswa. Dirinya menuturkan bahwa anaknya tidak bisa mengikuti pendaftaran gelombang pertama secara SBMPTN di Kampus Unkhair Ternate, karena belum memiliki Ijazah.

“Saya pe anak ingin mendaftar Unkhair ikut Gelombang Pertama tapi sampai sekarang Ijazah masih di tangan Kepala Sekolah,” keluhnya.

Waludin berharap semoga Ijazah para siswa segera diberikan, agar anaknya bisa mendaftar kuliah walau mengikuti tes gelombang terakhir.

Baca Juga  Pleno terbuka, HEBAT kantongi 570 dukungan sah di Buru

“Saya memohon dan berharap kepada pak Kepsek agar segera kasih Ijazah para siswa, agar anak saya bisa mendaftar di kampus,” harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah Idris Umsohi, saat dirinya dihubungi melalui panggilan telepon, nomornya selalu berada di luar jangkauan. Namun saat dikirimi pesan melalui pesan whatsapp, ia membalas bahwa Ijazah para siswa sudah ada dan tinggal diisi nilai ujian.

“So ambe, sisa isi nilai saja adik,” jawab Idris, singkat via Whatsaap.

Saat ditanya waktu pembagian Ijazah, dirinya sudah tidak membalas sampai berita ini dipublish. (adhy)