Kepsek SMPN 4 Ambon bantah terjadi pungli

oleh -160 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Beberapa orang tua murid mengeluhkan tentang adanya pungutan liar (pungli) pada SMPN 4 Ambon.

Pasalnya, anak didik yang meminjam buku ke perpustakaan sekolah dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu saat hendak mengambil lapopran hasil belajarnya maupun mengembalikan buku yang dipinjamnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Selasa (12/12), hal ini dibantah dengan tegas oleh Kepala SMPN 4 Ambon, Alex Sitaniapessy.

”Info pungutan liar yang dikatakan itu tidak benar, karena seluruh buku yang diberikan untuk siswa itu dengan sistem pinjam pakai,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, setiap siswa yang memiliki pinjaman buku, akan memiliki surat terima yang digunakan sebagai bukti kepada pihak perpustakaan.

”Buku pelajaran ini dipinjamkan kepada siswa dengan catatan menjaganya dengan baik. Agar saat mereka naik kelas atau lulus nantinya, buku itu dikembalikan untuk bisa dipakai lagi oleh siswa di tahun ajaran baru,” jelasnya.

Baca Juga  Tutup pekan, SMASKris YPKPM tanam sayur dan gelar rapat evaluasi

Mendukung pernyataan Sitaniapessy tadi, Kepala Perpustakaan SMPN 4 Ambon, Danny Waisapy, menjelaskan bahwa jumlah buku yang dipinjamkan untuk siswa sebanyak 11 buku mata pelajaran.

Selain itu, akunya, ada modul yang juga diberikan secara gratis bagi para siswanya.

Di antaranya Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PKN, Sastra, Agama, Prakarya, Seni Budaya serta buku bimble yang diberikan gratis.

”Kalau untuk buku pelajaran yang bersifat pinjam pakai, maka itu harus dikembalikan. Dan jika ada buku yang hilang atau kedapatan rusak, maka tanggung jawab orang tua murid untuk mengganti pembiayaan pembelian buku baru untuk mengganti yang rusak atau hilang tersebut sesuai jumlahnya. Jadi untuk pungutan liar, saya rasa tidak ada. Karena kita bekerja dengan hati-hati, dengan pengawasan kejaksaan dalam hal ini,” pungkasnya. (Grace)