Kepulauan Sula Segera Vaksinasi Covid-19, ini Syaratnya

oleh -9 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam waktu dekat akan melakukan vaksinasi Covid-19. Meski demikian, ada sejumlah persuaratan dan tahapan yang perlu dilewati oleh tim dan masyarakat yang hendak menerima vaksin.

Hal ini disampaikan oleh Fasilitator vaksinasi Covid-19 Provinsi Maluku Utara, M Ihsan Tauda, usai rapat bersama Pemkab Kepsul dan semua unsur di Aula Kantor Bupati Kepulauan Sula, Kamis (21/1/21).

Menurut Tauda, Pemda Kepulauan Sula sudah membentuk tim yang bertugas persiapan vaksinasi. Tim ini terdiri dari semua sektor terkait.

“Jadi Saya katakan bahwa sektor kesehatan hanya melaksanakan kesehatannya, sementara untuk sosialisasi pengamanan dan lain-lain itu dilakukan oleh sektor-sektor yang lain,” jelasnya

Lanjut Ihsan, tahapan untuk memenuhi vaksinasi pihaknya akan melakukan sekrening agar bisa mengetahui kondisi kesehatan dari orang-orang yang sehat.

Baca Juga  YLBH-Walima Sula Teken MoU Dengan Pengadilan Negeri Sanana

“Jadi sehat dulu baru dapat vaksinasi tapi kalau dia belum sehat misalnya ada batuk ada panas berarti kemungkinan akan ditunda tetapi misalnya ada penyakit lain contohnya gula kemudian HIV berat yang harusnya tidak di lakukan imunisasi.

Menurutnya, batasan usia yang menjadi persyaratan untuk dilakukan vaksinasi yang terapkan beberapa fase.

“Semua usia itu punya potensi. Kenapa sampai dilakukan pada usi 18 sampai 59 tahun, karena usia ini yang banyak mobalisasi, untuk yang nantinya usia lansia akan diberikan tetapi pada fase berikut. Sekarang ini masih difokuskan kelompok-kelompok yang suka jalan kemana-kemana itu yang diutamakan dulu, itu adalah  tujuan,” benernya.

Tambah Ihsan Strategi di lapangan, masyarakat diundang lewat sms blast yang terkonek dengan Babinsa dan Babinkamtibmas yang ada di desa itu, nanti akan dijemput, tentunya juga dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang baik.

Baca Juga  Lerai pemuda pesta miras, nyawa Pattiradjawane pun meregang

“Vaksin yang ke sini itu berjumlah 1040 karena dibagi dua sesi, yang pertama 520 kedua juga 520, jadi setelah divaksinasi sampai 14 hari kemudian dikasih lagi, minggu ini sudah vaksin akan didistribusikan ke sini,” jelasnya.

Ia pun berharap pelaksanaan tahap pertama yang dilakukan oleh tenaga kesehatan ini kiranya bisa berjalan dengan baik. Vaksinasi tahap pertama ini diharapkan akan menjadi contoh kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa lihat bahwa vaksin ini benar atau tidak, tapi nanti kita lihat diseluruh Indonesia bahwa vaksin ini sangat efektif atau tidak.

“Kita Provinsi hanya memantau tapi untuk teman-teman di Kabupaten maupun puskesmas saat ini di latih saya sendiri sebagai fasilitator, sudah berapa hari ini melakukan daring dan melatih teman-teman semua itu, kita dari Provinsi hanya evaluasi, monitoring jika ada kendala baru kita bantu,” tutupnya. (red)