Keras! Faisal Basri: Proyek Infrastruktur Jowoki Banyak yang Kacau

oleh -41 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Ekonom Senior Faisal Basri mengkritik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya panjang rute yang dibuat di Indonesia tidak sesuai dengan rata-rata kereta cepat di dunia.

“Kereta cepat, rata-rata seluruh dunia rata-rata 500 km rutenya. Ini cuma 100 km, (mungkin) juga tidak sampai. Jadi tidak bisa kereta cepat itu berjalan terus berhenti. Rusaklah keretanya,” katanya dalam webinar Kemenhub secara virtual, dikutip Sabtu (9/10/2021).

Kemudian, dia juga menyentil dengan mempertanyakan apakah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini sebuah proyek kereta atau proyek properti.

“Ini proyek properti atau proyek kereta, karena di ujung Bandung itu Summarecon lewat Walini, ada Lippo Group juga,” tambahnya.

Selain kereta, Faisal juga mengkritik transportasi lain. Dia bercerita bagaimana kacaunya pelabuhan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Karena menurutnya, letak pelabuhan itu dekat dengan Pelabuhan Belawan.

Baca Juga  Din Syamsuddin, Said Didu, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia

“Itu terlalu dekat dengan Belawan lantas dibikinlah design Belawan Domestik, Kuala Tanjung Internasional, tapi nggak laku. Nggak laku dicreatelah proyek Kuala Tanjung itu ramai, namanya Sumatra Food Estate. Jadi untuk menutupi kesalahan desain dicreate sesuatu yang tambah kacau,” tuturnya.

Faisal juga mengkritik proyek KA Trans Sulawesi. Menurutnya, di Sulawesi lebih cocok dengan kapal Ro-Ro yang beroperasi 24 jam.

“Lagi satu KA Trans Sulawesi itu keblinger, karena yang bagus di Sulawesi itu namanya Ro-Ro yang jalan 24 jam karena Sulawesi cantik, jadi nggak cocok untuk kereta api,” ungkapnya.

Atas semua masalah yang disebutkan Faisal mengenai proyek transportasi, Faisal khawatir setelah Presiden Joko Widodo selesai menjabat banyak proyek yang mangkrak.

Baca Juga  Pembuatan Taman Hijau di Pusat Kota Bitung Cuma Hoax

“Ini semua kalau kita biarkan kasihan Pak Jokowi. Jadi Pak Jokowi nanti selesai banyak proyek mangkrak. Dicaci makin dengan rezim penggantinya,” tutupnya.

(red/detikcom)