Keroyok Seorang Remaja, Tujuh Warga Bitung Meringkuk di Sel Tahanan Polsek Lembeh Selatan

oleh -139 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Tujuh orang warga Kelurahan Lirang, Lingkungan II, Kecamatan Lembeh Utara, berurusan dengan polisi karena melakukan kasus pengeroyokan, Selasa (3/12/2019).

Akibat perbuatan yang tidak terpuji, mereka dimasukkan ke dalam sel tahanan Mapolsek Lembeh Selatan

Ketujuh orang laki – laki yang melakukan pengeroyokan yaitu, RG (21), AD (22), EH (24), RM (20), MM (20), JL (18) dan FA (20).

Kapolsek Lembeh Selatan, Iptu Reymond O Sendewana SH menjelaskan, peristiwa terjadi di jalan umum Kampung Pulau Putus, Kelurahan Nusu, Kecamatan Lembeh Utara pada Rabu 27 September 2019 silam.

Dimana korbannya adalah salah seorang remaja bernama Maral Gampu (18), warga Kelurahan Binuang, Kecamatam Lembeh Utara.

Baca Juga  Piala Dunia: Mourinho sebut Inggris layak diperhitungkan

Kronologis kejadian, awalnya para pelaku mengkonsumsi minuman keras jenis cap tikus yang disediakan oleh tuan rumah yang mengadakan acara pesta nikah.

Tak lama kemudian, para pelaku beranjak dari lokasi acara dan pergi menuju ke jalan umum mencari lelaki bernama Juan Kaengge.

Ketika mendapati lelaki yang mereka cari sementara bersamaan dengan korban yang saat itu terjadi adu mulut dengan lelaki bernama Aldy, tiba – tiba para pelaku menyerang korban dari arah belakang.

Dengan pukulan yang beruntun, korban jatuh ke aspal. Sudah jatuhpun, para pelaku masih saja menginjak wajah korban sampai bengkak.

Pengoroyokan itu berhasil dilerai oleh Aldy dan kemudian korban dibawa pulang ke rumah. Selain Aldy, para pelaku juga ikut mengantar korban sampai kerumahnya.

Baca Juga  Peduli sesama, anggota Polri Bintara 97/98 uluri warga Ahuru

Sebenarnya, para pelaku dan korban adalah berteman, karena lokasi TKP nya gelap, para pelaku tidak bisa mengenali wajah korban dengan jelas.

“Kasus pengoroyokan ini ditangani Reskrim Polsek Lembeh Selatan. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 351 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP, ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Raymond. (dan)