Ketika Penyuka Bokep Ingin Nyapres

oleh -130 views

Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

“Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu” [HR. Bukhari]

Siapa saja bebas ingin jadi presiden di negara Pancasila. Konstitusi menjamin itu. Tak hanya soal kompetensi. Adab dan moral amat diperlukan untuk menjadi pemimpin di negara Berketuhanan Yang Maha Esa.

Kecuali Anda sudah tidak punya rasa malu. “Malu sebagian dari Iman.” [Hadits]. Anda bebas melakukan apa saja sesuka hati Anda bila Anda tak beriman dan hidup di negara yang tidak beragama alias atheis bin komunis. “Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu” [HR. Bukhari]

Al-Zamakhshari berkata bahwa malu adalah perubahan di hati dan perasaan seseorang ketika ia takut dicela atau takut ketahuan aibnya.

Baca Juga  KPK: Abdul Gani Tunjuk Imran Yakub Jadi Kadis Pendidikan Maluku Utara Tanpa Asesmen

Sedangkan menurut Al-Raghib bahwa malu itu artinya ketidaksukaan jiwa kita dari perbuatan yang sifatnya jelek.

Ketika kita tidak mau melakukan sesuatu yang sifatnya buruk, itu berarti kita punya rasa malu.

Rasa malu itu pembuka segala kebaikan.

الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

“Rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan.” [Hadits]

Ini bukannya malu dengan penyuka bokep. Malah dengan bangganya ia mempertontonkan bahwa ia penyuka bokep (film porno) di sebuah chanel podcast.

Menurut dr. Fajar Dwi Cahyo seperti dikutip dari aladokter.com, Pada otak manusia terdapat suatu bagian yang berfungsi untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mempertimbangkan segala aspek negatif dari tindakan yang dilakukan, serta mengontrol diri dari tindakan yang tidak baik atau tidak sesuai. Bagian otak tersebut adalah PFC atau prefontal cortex.

No More Posts Available.

No more pages to load.