oleh

Ketua DPRD Buru Gagas Perda Larangan Miras

Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Ketua DPRD Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny SE melontarkan gagasan agar dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) Larangan Peredaran Minuman Keras (miras) di daerah itu.

Gagasan Larangan Peredaran Miras di Kabupaten Buru itu disampaikannya di hadapan pelajar SMP, Karangtaruna dan Remaja Mesjid saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan dengan Thema “ Merajut Kebersamaan Dan Kebhinekaan Dalam Penguatan Persatuan NKRI”.

Link Banner

Usai mengupas tuntas tentang Wawasan Kebangsaan dan Semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini, Rum Soplestuny ikut menyikapi permasalahan kenakalan remaja yang menjurus pula kepada perbuatan melawan hukum dan sempat menghebohkan.Semuanya berawal dari perilaku menenggak miras.

“Ada beberapa kasus yang lagi viral yang menimbulkan keprihatinan kita di kabupaten buru.Apalagi pelakunya dan juga korbannya anak-anak pelajar.Ada kasus miras, kasus pornografi yang kemudian disebarkan lewat wa group dan sebagainya,” ungkap Rum Soplestuny.

Untuk itu, kepada para pelajar yang mengikuti kegiatan dialog wawasan kebangsaan ini, agar perbuatan menyimpang tersebut tidak perlu dicontohi.

Rum tidak sebatas hanya menghimbau, namun dipertegas olehnya, bahwa berbagai kasus yang berawal dari miras ini kini menjadi tanggungjawab DPRD bersama Pemerintah Kabupaten. Harus bisa diatur dan ducegah peredarannya di masyarakat dan anak sekolah.

“Kita harus mengatur untuk menjaga anak anak kita dan masyarakat dari bahaya miras. Sebab yang terjadi kini, kasus sexual di kalangan pelajar juga berawal dari miras,” imbuhnya.

Untuk itu, kata Rum Soplestuny, DPRD dan Pemkab Buru harus segera membalas Perda Larangan Miras di daerah itu.

“Saya akan berkoordinasi dengan pak bupati soal peredaran miras di Kabupaten Buru ini. Karena miras ini juga menjadi salah satu penyebab orang bisa melakukan kejahatan, bukan saja oleh anak sekolah, tapi masyarakat umum pula akibat menenggak miras,”aku Rum Soplestuny.

Karena itu, sekali lagi ditegaskannya, DPRD bersama Pemkab Buru harus segera membuat aturan larangan miras. Apalagi Kabupaten Buru harus menjadi cermin sebagai kota beriman dan masyarakatnya berahlaktul karomah.

Sementara itu, saat memotivasi para siswa/i tentang wawasan kebangsaan dan semangat bhineka tunggal Ika, Rum Soplestuny meminta para remaja ini harus terus menghidupkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan tersebut.

Kata Rum, mencermati kejadian di beberapa tempat di Indonesia, semangat wawasan kebangsaan ini sudah mulai terkikis, sudah mulai luntur.

Perkembangan informasi yang begitu pesat dan juga berita hoax di dumay, turut menggerogoti semangat wawasan kebangsaan dalam diri generasi muda.

Kondisi ini semakin diperparah lagi dengan sikap intoleransi kehidupan beragama dan intoleransi kesukuan, diskriminasi, dan radikalisme.

Rum Soplestuny meminta para pelajar ini agar tidak berperilaku buruk seperti yang dicontohkannya di atas. Buru yang didiami oleh masyarakat dari berbagai suku di Indonesia selama ini hidup damai dan rukun, karena di dalam diri warganya selalu terpatri semangat bhineka tunggal Ika.

“Untuk itu bagi adik-adik generasi penerus bangsa, generasi penerus kepemimpinan di Kabupaten Buru, agar terus menanamkan semangat wawasan kebangsaan dan mempraktekannya dalam perilaku hidup bermasyarakat,” pesan Rum Soplestuny .

“Yang namanya bangsa Indonesia kita bersaudara.Atas nama DPRD, saya mengajak kita semua untuk menjaga dan terus memupuk wawasan kebangsaan kita.Pancasila dan NKRI harga mati,” pungkas Rum. (ima)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed