Namun Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah engkau menyedekahkan sepertiga dari hartamu.”
Hal ini menunjukkan bahwa dalam bertaubat, tidak hanya cukup dengan penyesalan, tetapi juga disertai tindakan nyata dan kesungguhan untuk tidak kembali pada kesalahan.
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Khianat
Kisah Abu Lubabah menjadi pengingat bahwa khianat adalah dosa besar. Rasulullah SAW memperingatkan dalam haditsnya,
“Tidak ada dosa yang disegerakan balasannya di dunia selain memutus silaturrahim, khianat, dan dusta. Dan pahala ketaatan yang paling cepat diberikan adalah silaturrahim.” (HR. Abu Bakrah)
Rasulullah SAW juga menyebut khianat sebagai ciri kemunafikan, sebagaimana sabdanya,
“Tiga tanda orang munafik: jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia tidak menepati, dan jika dipercaya, ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa menjamurnya pengkhianatan adalah salah satu tanda kiamat,
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga amanat disia-siakan; orang yang dipercaya berkhianat dan orang yang khianat justru diberi kepercayaan…” (HR. Ahmad)
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah









