Kisah Pelatih Asal Ambon yang Raih Treble Winner di Liga Timor Leste dan Tampil di Kompetisi Asia

oleh -396 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kompetisi Liga Timor Leste belakangan ini semakin banyak didominasi oleh pesepak bola hingga pelatih asal Indonesia.

Jika sebelumnya ada Assalam FC yang sempat dilatih Pudji Handoko (pelatih Persela U-19), kini terkuak fakta bahwa tim yang menjuarai Liga Timor Leste sekaligus kampiun Piala Liga dan Piala Super Timor Leste musim 2019 juga dilatih oleh orang Indonesia.

Adalah Jantje Matmey, pelatih kelahiran Ambon ini bisa dibilang sangat berjasa karena telah membangun Lalenok United dari nol hingga menjadi salah satu klub raksasa di Timor Leste.

Kepastian Jantje Matmey merupakan warga Indonesia disampaikan sendiri oleh salah satu pemain Lalenok United, Iner Sontany Putra, seperti dilansir indosport.

Menurut gelandang kelahiran Jakarta tersebut, pelatihnya saat ini (Jantje Matmey) merupakan orang asli Indonesia yang berasal dari Ambon.

Baca Juga  Adelia Sumbang Emas Pertama Tim Renang Indonesia

“Ya, benar mas dari Indonesia. Coach Jantje Matmey namanya. Beliau asli Ambon, tapi lama di Jogjakarta,” ucap Iner Sontany Putra.

Iner Sontany Putra yang sempat berbincang dengan Jantje Matmey pun membagikan kisah sang pelatih, mulai dari awal kariernya di Timor Leste hingga bersinar bersama Lalenok United musim lalu.

“Ada teman yang ngajakin coach (Jantje Matmey) ke Timor Leste. Kebetulan presiden klubnya saat itu datang ke acara pernikahan teman Coach Jantje, dan dia dikenalin ke Lalenok United,” ungkap Iner.

“Klub Lalenok kan berdirinya 2016. Saat itu, pelatihnya masih lokal dari Timor Leste. Beliau baru datang ke sana pada musim 2017. Saat itu, Lalenok masih main di divisi tiga Liga Timor Leste,” tambahnya.

Baca Juga  Liverpool Vs Man City, Kapan Kali Terakhir The Citizens Menang di Anfield?

Meski tampil di level terbawah, namun kerja keras Jantje Matmey berbuah manis.

Lalenok United yang dilatih berhasil meraih tiket promosi tiga kali beruntun, dan tahun 2018 mereka sukses naik ke kasta teratas Liga Timor Leste.

“Juara 2017 itu Liga 3 dan naik ke liga 2. Kemudian, di Liga 2 tahun 2018 posisi 2, dan naik ke Liga 1 2019. Akhir musim 2019 kemarin mereka (Lalenok) berhasil juara,” tutup jebolan Timnas U-17 tersebut.

Pencapaian Lalenok United di musim lalu sendiri terbilang sangat luar biasa. Berstatus tim promosi, klub besutan Jantje Matmey ini berhasil meraih sembilan kemenangan, tiga hasil seri, dan cuma menelan dua kekalahan sepanjang musim. Hasil tersebut membuat Lalenok United sukses memuncaki klasemen hingga akhir musim dengan raihan 30 angka, selisih lima poin dari Boavista yang berada di urutan kedua. (red/rtm/indosport)