Kisah Pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin Al-Ayyubi di Bulan Rajab

oleh -279 views

Selama hampir 90 tahun berada di bawah kekuasaan kaum Nasrani, penduduk Islam di Baitul Maqdis terlalu banyak mendapat perlakuan yang buruk dari mereka.

Menurut Gustave Le Bon (1841-1931), ahli antropologi asal Prancis, kaum Salib melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan. Semua penduduk Baitul Maqdis yang terdiri atas kaum Muslimin, bangsa Yahudi, dan orang-orang Kristiani yang tidak memberikan dukungan kepada tentara salib dibunuh. Penduduk yang jumlahnya mencapai 60.000 orang itu dibunuh dalam masa delapan hari saja, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang tua.

Mengutip buku Mukjizat 1/3 Malam karya Agoes Noer Che, Shalahuddin Al-Ayyubi menyaksikan betapa kejamnya pasukan Salib terhadap penduduk yang tinggal di Baitul Maqdis.

Baca Juga  Bahas Penguatan Moderasi dan Kerukunan Umat, Gubernur Maluku Bertemu Menteri Agama

Shalahuddin Al-Ayyubi mulai menyusun strategi untuk membebaskan Baitul Maqdis. Ia menyatukan beberapa daerah Islam yang sebelumnya berselisih mazhab dan bersekutu dengan kaum Kristiani. Setelah kekuatan tercapai, barulah ia membebaskan Baitul Maqdis.

Sebelum membebaskan Baitul Maqdis, pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan wilayah-wilayah yang diduduki oleh pasukan Salib terlebih dahulu. Selama perjalanan ke Baitul Maqdis, ia melakukan perjanjian damai dengan pasukan Salib, namun pasukan Salib mengingkarinya. Bahkan, saudara perempuannya yang hendak menunaikan ibadah haji pun ditangkap dan ditawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.