Kisah Pilu Naim Difinubun, Warga Miskin di Piru yang Tak Bisa Melahirkan di Rumah Sakit

oleh -1.084 views
Link Banner

@Porostimur.com | Piru: Kisah pilu ini dialami seorang warga miskin di yang bernama Naim Difinubun. Naim memgalami kesulitan melahirkan dan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Ambon.

Lantaran posisi bayinya sungsang dan sudah sembilan bulan lebih belum just melahirkan bayi yang dikandungnya.

Naim sempat memeriksa kandungannya di rumah sakit di ibukota kabupaten, Seram Bagian Barat, namun pihak rumah sakit menyarankan agar ia langsung ke Ambon saja.

Kesedihan Naim semakin bertambah, selain tak punya uang untuk ke Ambon. Ia juga tidak punya kartu BPJS maupun KIS.

Selain itu Naim pun tak bisa diantar menggunakan Ambulans ke Ambon.

Nuryadin, salah satu keluarga jauh Naim Difinubun mengatakan, usia kehamilan Naim sudah lewat sembilan bulan tapi tidak bisa melahirkan karena bayinya sungsang. Selain itu Naim juga dalam keadaan sakit dan lemar.

Baca Juga  Video Joget Reza Artamevia Diserbu Warganet

“Setelah dicek ternyata ibu Naim Difinubun sudah lewat target untuk melahirkan yang semestinya 9 bulan sekarang sudah lewat 9 bulan 3 hari dan ibu yang bersangkutan belum juga melahirkan. Kata ibu bidan harus dilakukan oprasi sesar karena kedudukan bayinya tidak sesuai dengan kedudukan bayi pada umumnya, ditambah lagi sang ibu yang secara fisik tidak normal maka hal inilah yang dapat membuat ibu ini sangat kesulitan dalam melahirkan”, ujarnya.

Yadin menambahkan, dokter sudah memberikan himbauan kepada keluarganya untuk rujuk ke salah satu rumah sakit di kota Ambon, namun dari pihak keluarga belum juga mengambil langkah dikarenakan ketiadaan biaya.

“Keluarga tidak punya biaya untuk membawa ibu Naim ini ke RSU kota Ambon untuk dilakukan oprasi sesar dan sampai sekarang ini ibu Naim masih terbaring di rumah dengan menahan rasa sakit terus menerus,” tukasnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Kunjungi Pengurus Gereja Klasis Kepulauan Tanimbar

“Semoga yang membaca berita ini dapat terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban sang ibu ini untuk secepatnya dioperasi,” harap yadin. (keket)