Kivlan Bongkar Kelakuan Wiranto saat Masih Jadi Pangab, Anggaran Rp8 Miliar Dikasih Cuma Rp400 Juta

oleh -39 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Jakarta: Menkopolhukam Wiranto membantah tudingan yang disampaikan Kivlan Zen soal pembentukan pasukan pengamanan (Pam) swakarsa.

“Nanti ada bahan-bahan resmi menyeluruh, tak jelaskan (saya jelaskan). Tapi, semuanya itu tidak benar,” kata Wiranto singkat dan irit di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana telah diberitakan sejumlah media, mantan Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menggugat Wiranto ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 5 Agustus 2019.

Link Banner

“Nanti ada bahan-bahan resmi menyeluruh, tak jelaskan (saya jelaskan). Tapi, semuanya itu tidak benar,” kata Wiranto singkat dan irit di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana telah diberitakan sejumlah media, mantan Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menggugat Wiranto ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 5 Agustus 2019.

Baca Juga  Tim SAR Berhasil Temukan KLM Sarana Perkasa

Gugatan tersebut terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998, yang disebut oleh pihak Kivlan, diperintahkan oleh Wiranto.

Pam Swakarsa adalah kelompok sipil yang dipersenjatai yang dibentuk pada 1998 silam untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR 1998.

Kivlan menuding Wiranto menilap uang operasional yang dianggarkan Rp8 Miliar, tetapi yang keluar hanya Rp400 juta. Akibatnya, Kivlan harus mengeluarkan anggaran pribadi untuk operasional.

Konon saat itu pembentukan Pam Swakarsa membutuhkan biaya sekitar Rp8 miliar. Namun yang diterima Kivlan sebagai pelaksana hanya mendapatkan anggaran Rp400 juta.

“Pasukan kan perlu dikasih makan, dikasih rokok, dikasih transportasi. Waktu itu hampir Rp8 miliar, Rp400 juta yang dikasih. Jadi komandannya yang tanggung jawab yaitu Pak Kivlan,” ujarnya.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Masjid Jadi Benteng Toleransi dan Kerukunan

Untuk menutupi kekurangan, Kivlan harus merogoh kantong pribadi. Bahkan harus menjual rumah pribadi dan terpaksa untuk berutang kepada pihak lain untuk menutup kekurangan biaya.

“Sampe jual rumah, jual mobil utang sana sini dan enggak dibayar. Nah itu yang ditagih terus sama beliau dari tahun 1999 sampai April 2019 kemarin,” ujarnya.

Sidang perdana gugatan Kivlan Zein terhadap mantan mantan atasannya Wiranto itu akan mulai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 15 Agustus 2019 mendatang. (Red)