KKP Dorong Gerakan Pakan Ikan Mandiri untuk Tekan Biaya Pakan Ikan di Maluku, Malut & Papua

oleh -19 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) untuk menekan tingginya biaya pakan ikan yang dialami oleh pembudidaya.

Sejalan dengan itu, KKP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Ambon mengadakan pelatihan pembuatan pakan ikan buatan serentak di 4 lokasi berbeda yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara dan Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Pelatihan diikuti oleh 120 oang pelaku utama budidaya perikanan dengan rincian 30 orang dari masing masing Kabupaten dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, pelatihan dilakukan dengan metode blended system dimana diberikan materi melalui aplikasi zoom dan e-jaring sementara para penyuluh perikanan tetap mendampingi peserta di lokasinya masing masing.

Baca Juga  Dua Personel Polresta Ambon yang Jual Senjata ke KKB Papua Sudah Diperiksa

Kepala BP3 Ambon Abubakar mengatakan pelatihan ini dilakukan dalam rangka mendukung salah satu program prioritas KKP tahun 2021 yaitu meningkatkan produksi perikanan melalui kegiatan budidaya, ia melihat bahwa salah satu kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan adalan biaya pakan yang mendominasi biaya produksi perikanan budidaya yaitu sekitar 60%.

“Peningkatan efisiensi pakan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sangat dibutuhkan dalam rangka menekan biaya produksi,” ujar dia di Jakarta, Rabu (17/2).

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembudidaya agar dapat menghitung komposisi bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan buatan sehingga dapat menghasilkan pakan dengan kandungan protein yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan materi dari hulu ke hilir mulai dari penyiapan alat dan bahan, pembuatan pakan ikan buatan, penentuan metode pembuatan, teknik meramu hingga teknik mengemas pakan buatan.

Pelatih seluruhnya berasal dari instruktur BP3 Ambon dengan penyuluh pendamping sejumlah 12 orang yang masing masing bertanggung jawab mendampingi 10 peserta pelatihan.

Baca Juga  Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Kunjungi Warga Jamaat di SBB

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KKP Lily Aprilya mengatakan Gerakan Pakan Ikan Mandiri yang dibangun KKP telah berhasil menekan biaya pakan dan memberikan keuntungan  lebih kepada para pembudidaya. Untuk mengoptimalkan, gerakan ini harus terus didorong dan tentunya pembuatan pakan mandii tidak bisa dilakukan asal asalan.

Bahan utama pembuatan pakan berupa tepung ikan harus mempunyai sertifikasi sebagai standar tepung yang patut digunakan, untuk itu pelatihan perlu memanfaatkan bahan bahan lokal.

Data menunjukkan bahwa pembuatan pakan buatan secara mandiri ini dapat menekan biaya produksi pakan ikan menjadi sekitar 50% dari total biaya produksi, dampaknya pembudidaya pun dapat meningkatkan keuntungannya hingga 20%.

Kepala Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja mengatakan bahwa KKP melalui BRSDM akan terus memberikan pelayanan bagi masyarakat melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan daya saing nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasaran.

Baca Juga  KPU Halmahera Barat Sosialisasi Tahapan Pilkada 2020

Dukungan untuk mendorong PNBP Perikanan lewat ragam pelatihan maka dari itu, KKP terus mengadakan pelatihan atau safety training.

Pembenihan nila diharapkan dapat meningkatkan produksi budidaya sehingga tentunya berdampak positif terhadap PNBP sektor perikanan.

(red/investor.id)