Klaim Telah Mengantongi Temuan BPK, Kapolres Minta Pemda Kepsul Serahkan pada Polisi

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Sula dan Aliansi Pemuda Desa Pohea, bersama massa aksi lain meminta Polres Kepulauan Sula, meningkatkan penyelidikan terhadap proyek pembangunan mesjid di Kepulauan Sula, Selasa (3/11/2020).

“Kami meminta pihak Kepolisian agar tingkatkan satu kasus proyek pembangunan mesjid yang diduga terbengkalai agar tidak menjadi keresahan Masayarakat,”kata Ketua umum HMI Cabang Sanana, Usman Buamona dihadapan Kapolres Sula AKBP Herry Purwanto.

Hal ini dilakukan lanjut Usman, agar masayarakat Kepulauan Sula terhindar dari isu-isu yang akan bergulir di momentum Pilkada yang sementara berlangsunng ini, dimana, rumah ibadah umat Islam itu sangat sensitif sekali.

Baca Juga  Boxing Day ala Mikel Arteta: Laga Debut sebagai Pelatih Arsenal

Usman bilang bahwa hasil hearing Front bersama yakni HMI, PMII dan Aliansi Pemuda Desa Pohea, bersama dengan Pj. Bupati Kepulauan Sula, Idham Umasangaji, Sekretaris Daerah (Sekda) Syafrudin Sapsuha dan Kapala Inspektoray Sula Kamaludin Umasangaji.

Link Banner

Mereka menyampaikan bahwa 26 proyek yang dilaporkan beberapa bulan lalu sudah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Maluku Utara.

“Pj. Bupati, Sekda dan Inspektur Inspektorat menyampaikan bahwa dari 26 proyek sudah diaudit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Maluku Utara, namun hasil audit tersebut belum dipublikasi besaran temuan 26 proyek tersebut,” jelas Usman.

Menanggapi pernyataan Ketua Umum HMI Cabang Sanana, Usman Buamona, Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Herry Purwanto mengatakan, proses penyelidikan kasus dugaan korupsi itu membutuhkan waktu 6 sampai 7 bulan. Kalau anda (Pemda Sula red) ada hasil temuannya, serahkan saja ke kami pihak Kepolisian.

“Nah, kalau anda ada hasil temuan BPK-nya mana temuannya, kasih ke kami, jangan sebatas pemda itu mengadu domba kami, kalau memang bapak punya temuan BPK, mana pak serahkan ke Polisi. Jangan cuma sebatas lisan saja, itu kan membentur kami dengan mereka,” kata Kapolres AKBP Herry dihadapan massa aksi.

Baca Juga  Selain Portugis, Ternyata Kosakata Bahasa dari 4 Negara Ini Juga Banyak yang Sama Kayak Bahasa Indonesia

Herry bilang, kalau memang ada hasil temuannya serahkan ke penegak hukum ke Jaksa atau Polisi, jangan hanya manis di bibir, itu sama saja mempresur dirinya dalam kasus, setelah ia meminta data ternyata tidak ada, itu sama saja membentur kami dengan anda (massa aksi red).

“Kapasitas Pemda itu apa, mereka bukan lembaga hukum. yang bisa membuktikan kerugian negara itu adalah BPK dan dari penyidik meminta kepada ahli karena kami bukan ahlinya makanya kita minta audit BPK, begitu,” semprot Kapolres Kepada Pemda Sula. (ifo)