Komisi II DPRD Maluku Minta Pemerintah Fokus Pada Program Unggulan Daerah

oleh -130 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dalam rangka membicarakan persiapan pengawasan APBD/APBN TA 2020 di 11 Kabupaten Kota, Komisi II DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat kerja bersama dengan sejumlah OPD terkait, Selasa (2/2/2021)

Rapat yang berlangsung di gedung DPRD Maluku itu, menghadirkan Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku UPTD, Kadis Kehutanan Provinsi Maluku UPTD, Kadis Pertanian Provinsi Maluku UPTD, Kadis ESDM Provinsi Maluku UPTD, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Maluku UPTD, dan Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku UPTD.

Usai rapat, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Shanty Tehtol menjelaskan terkait apa yang dibicarakan dalam rapat tersebut.

“Tentang realisasi APBD 2020, lembaga ini akan melakukan pengawasan pada 11 kabupaten/kota. Maka itu, seluruh program kegiatan yang ada di tahun 2020 itu, dilaporkan realisasinya,” ungkapnya.

“Kita tahu bahwa, sebenarnya kami juga mengejar dampak dari program tersebut, namun kita tahu bahwa kemarin dengan kondisi COVID-19, itu refocusing (tunda/pembatalan kegiatan) yang luar biasa bahkan tingkat kemiskinan meningkat, dan tingkat pengangguran bertambah,” sambungnya.

Baca Juga  KAMMI Buru Galang Dana untuk Korban Bencana Alam Indonesia

Shanty juga menjelaskan, bahwa Komisi II memiliki harapan untuk semua program yang dirancang dan semua program kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di daerah-daerah, namun kenyataannya tidak dapat mencapai satu digit.

“Mudah-mudahan di tahun 2021, sesuai dengan program yang sudah dilakukan pada tahun 2020 ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Maluku,” harapnya.

Selain itu Tethol juga mengingatkan pemerintah untuk lebih berfokus pada program-program yang menjadi unggulan daerah.

“Sebagai Ketua Komisi II, tadi Saya menyampaikan, lebih baik untuk setiap OPD itu fokus pada program yang menjadi unggulan daerah. Contohnya cengkih dan pala yang sudah sangat menurun, kita punya komuditi ekspor sudah tidak ada lagi, kemudian juga dari sektor perikanan, fokus nelayan tradisional atau petani rumput laut, yang mana rumput laut kita itu kan kualitasnya cukup bagus bagaimana fokus kita kesitu untuk bisa menjadi unggulan kita di Maluku, salah satu juga menambah PAD kita,” tuturnya.

Baca Juga  Aktor India Amitabh Bachchan Positif COVID-19

“Satu hal dari pertanian, bagaimana kita menyiapkan beras untuk masyarakat Maluku. Nah kita tahu bahwa satu tahun itu, dari data BPS kita kekurangan sekian ribu ton, yang perlu kita keluarkan anggaran kurang lebih Rp.1 triliun. Nah Rp.1 triliun itu kalau dikonversikan dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani padi, kita bisa menyiapkan padi. Dari pada uang itu harus dikeluarkan ke Makasar atau ke Jawa, sebaiknya uang itu kita perdayakan di sini dan kita bisa memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama beras,” tandasnya. (valen)