Komisi III Pantau Distribusi Bahan Pokok di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

oleh -120 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dengan diberlaku kannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, otomatis akan terjadi kemampatan atau kemandegan arus mobilisasi orang dan barang.
Tentu saja kondisi ini kemudian berpengaruh juga pada ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Untuk memastikan lancarnya penyaluran bahan pokok kepada masyarakat sebelum masuk dalam masa PSBB, Komisi III DPRD Maluku pun menyempatkan trurun ke lapangan untuk menyaksikan secara langsung proses mobilisasi bahan pokok.

Salah satunya, Komisi III DPRD Maluku mendatangi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk melihat mobilisasi bahan pokok kle kabupaten/kota yang berada dalam wilayah administrasi Maluku, yang dilakukan melalui KM Sabuk Nusantara 103 dan 106.

Hal ini dibenarkan Ketua Komisi III, Anos Jeremias, dalam keterangannya kepada wartawan di Ambon, Rabu (6/5).

”Dari laporan Kadis Perindang Maluku bahwa mereka memang berkoordinasi dengan Disperindag lainnya, kami buktikan. Komisi III DPRD Maluku sudah turun tinjau KM Sabuk Nusantara106 sudah memuat kebutuhan pokok menuju Seram Bagian Timur. Demikian juga dengan KM Sabuk Nusantara 103 yang memuat barang bahan pokok yakni telur ayam, beras, mie kemasan dan lain-lain, menuju ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Komisi III DPRD Maluku juga tinjau sendiri laporan yang disampaikan Kadis Perindang Promal itu memang bukan laporan yang dibuat-buat, tapi itu benar,” katanya.

Baca Juga  Daftar 43 Negara Kecam China soal Muslim Uighur, Indonesia Tak Ada

Menurutnya, kunjungan dadakan ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ini dimaksudkan untuk memastikan laporan Kadis Perindag Maluku dengan kondisi riil di lapangan.

Bahkan aktifitas mobilisasi barang dan bahan pokok di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ini, tegasnya, sudah dilakukan sejak masih pagi hari.

Untuk itu, terangnya, pihaknya menganjurkan dan mewajibkan agar Dinas Perindag Maluku selalu berkoordinasi dengan Dinas Perindag kabupaten/kota seperti Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Timur (SBT) juga pulau pulau kecil yang lainnya di Maluku.

”Akibat pandemik Covid-19 (corona) ini persediaan barang dan kebutuhan pokok pun terganggu. Belum lagi diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar. Komisi III DPRD Maluku khawatir kalau tidak melakukan dikoordinasi atau rapat kerja maka kita tidak tahu saat PSBB diberlakukan, apakah kebutuhan pokok masyarakat kita dapat terpenuhi atau tidak”, ujarnya.

Baca Juga  Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Tinggi Muntahan Kolom Abu 800 Meter

“Karena itu, Komisi III dapat gambaran dari seluruh distributor, ternyata memamg pasokan kebutuhan pokok itu terus bertahan bahkan sampai dengan 1 juni 2020. Kebutuhan pokok itu pasokannya tetap ada dan selalu ada. Itu sebabnya untuk beberapa komoditi kebutuhan pokok misalnya beras, terigu, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, itu sampai dengan 6 bulan tetap ada. Khusus untuk ayam selalu ada pasokan telah dilaporkan yang sudah ada itu ratus ton lumayan dan luar biasa banyak,” tutupnya. (liehu)