Kompolnas Sayangkan Adanya Dugaan Sikap Represif Oknum Polisi Terhadap Jurnalis di Ternate

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Pungki Indarti sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan represif oknum Polisi di Ternate terhadap Jurnalis yang tengah meliput aksi unjuk rasa mahasiswa terkait UU Ciptaker, Selasa (20/10/2020).

“Saya sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan aparat Kepolisian yang menghalang-halangi jurnalis dalam melaksanakan tugas meliput penangkapan demonstran yang diduga melakukan tindakan anarki saat demo UU Cipta Kerja”, ujar Pungki melalui pesan WhatsApp kepada redaksi Porostimur.com, malam ini, Selasa (20/10/2020)

Mantan Direktur Imparsial ini menyatakan, pers yang bebas adalah pilar keempat demokrasi. Jurnalis dalam melaksanakan tugasnya harus dihormati dan dilindungi.

Pungki bilang, jika momen yang disorot jurnalis dianggap belum saatnya untuk diliput, karena kemungkinan dapat mengganggu polisi saat melaksanakan tugasnya, maka pimpinan polisi yang bertugas di tempat tersebut dapat menjelaskan dengan baik kepada jurnalis dan meminta untuk tidak diliput dulu.

Link Banner

“Selanjutnya polisi dapat memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk mendengar penjelasan dari pihak Kepolisian tentang apa yg terjadi”, ujar Pungki Indarti.

Baca Juga  Sudah 6 Pejabat Kepulauan Sula Mundur di Era Hendrata Thes

“Komunikasi yang baik antara Kepolisian dan media sangat diperlukan”, imbuhnya.

Pungki menambahkan, protes dari organisasi-organisasi profesi jurnalis terkait peristiwa ini diharapkan untuk dapat ditindaklanjuti oleh Polda Maluku Utara, terutama oleh Bid Propam, dengan cara memeriksa apakah tindakan anggota tersebut sesuai prosedur atau tidak.

“Jika tidak sesuai prosedur, maka perlu ada sanksi yang diberikan, apakah sanksi disiplin atau etik”, katanya.

Pungki juga berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan berjanji akan melakukan koordinasi dengan Kapolda Maluku Utara, Irjen Rikhwanto, Rabu besok. (red)