Komut Bank Maluku-Malut Dicopot, Murad Ismail: Tidak Ada Alasannya

oleh -2.446 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, PT. Bank Maluku-Maluku Utara yang berlangsung, Selasa (13/7/2021) di Ambon, memutuskan untuk memberhentikan MAS Latuconsina dari jabatannya sebagai Komisaris Utama pada bank tersebut.

Gubernur Maluku, Murad Ismail langsung memimpin rapat yang berlangsung cepat itu. Hanya sekitar dua jam.

Rapat berjalan lancar, tanpa ada perdebatan soal legalitas atau syarat pergantian Sam Latuconsina.

Sejatinya, proses pencopotan Sam Latuconsina dari kursi Komut Bank Maluku-Malut ini sudah direncanakan sejak awal Juni lalu. RUPS LB awalnya direncanakan di Jakarta, namun ditunda hingga 30 Juni. Namun karena situasi Jakarta yang menjalankan PPKM Mikro, ditunda tanggal 13 Juli.

Murad Ismail yang dicegat wartawan ketika hendak meninggalkan lokasi pelaksanaan RUPSLB mengatakan tidak ada alasan terkait pencopotan Sam. “Tidak ada alasan,” katanya sambil menutup pintu mobil.

Sementara itu Sama Latuconsina mengatakan, menerimanya dengan lapang dada karena meyakin bahwa jabatan itu hanyalah amanah dan titipan sementara dan dapat diambil kembali kapan saja oleh Allah S.W.T. dengan sebab yang beragam sesuai realitas yang terjadi.

“Untuk itu di kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemegang saham PT. Bank Maluku Malut yang telah meberikan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai komisaris utama, seraya memohon maaf atas kekhilafan yang telah saya lakukan selama mejalankan tugas selama ini juga ucapan terima kasih kepada teman-teman komisaris, direksi dan segenap karyawan PT Bank Maluku Malut, atas kerja samanya selama ini disertai permohonan maaf apabila ada salah baik disengaja maupun tdk disengaja,” kata Latuconsina melalui unggahannya di media sosial facebok.

Sam juga mengatakan, Tiada gading yg tak retak, kebenaran hanyalah milik Allah semata.

Baca Juga  Dokumen Sudah di Kemendagri, Pelantikan Bupati & Wabup Buru Selatan Tinggal Menghitung Hari

Berikut pernyataan lengkap Sam Latuconsina yang kami ambil dari laman facebook miliknya:

Jabatan itu Amanah

Assalamu alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah… hari ini, Selasa 13 juli 2021, bertempat di Hotel Swissbel Ambon, telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Maluku Malut, dimana salah salah satu agendanya adalah pemberhentian saya, M.A.S Latuconsina dari jabatan Komisaris Utama.

Sebagai orang yang beriman, tentu saya menerimanya dengan lapang dada karena meyakin bahwa jabatan itu hanyalah amanah dan titipan sementara dan dapat diambil kembali kapan saja oleh Allah S.W.T. dengan sebab yang beragam sesuai realitas yang terjadi.

Saya bersyukur ketika lewat RUPS sirkuler pada tgl 28 April 2020, saya ditetapkan sebagai Komisaris Utama dan Bank Maluku Malut sebagai ladang pengabdian yang baru bagi saya, tentu saja dengan melewati berbagai persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.

Sejak diangkat sampai dengan diberhentikan sebagai komisaris utama, saya telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab selama satu tahun 2 bulan 13 hari, yang seharusnya masa jabatan saya adalah 4 tahun sesuai keputusan RUPS waktu itu.

Selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu, saya bekerja secara profesional dengan menegakkan prinsip-prinsip good corporate governance dan menjadikan OJK Wilayah Maluku sebagai partner dalam usaha memajukan bank plat merah ini.

Baca Juga  Prambanan Jazz Festival 2020 Hanya Digelar Secara Online

Banyak hal yang memang harus diperbaiki, mulai dari kondisi SDM yang masih kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas, termasuk persoalan-persoalan lama yang masih menjadi beban bank plat merah ini. Ambil misal kasus pembelian lahan di surabaya dan kasus REPO, masih maraknya fraud di cabang-cabang dan kredit macet yang berujung masalah hukum.

Disamping itu, keberadaan yayasan-yayasan yang belum dikelola maksimal, hingga aset mangkrak dan perbagai persoalan klasik lain yang masih melilit bank ini.

Alhamdulillah, dengan niat dan kerja sama yang baik antar pengurus dan segenap karyawan PT Bank Maluku Malut, semua persoalan diatas mulai dapat diurai satu persatu.

Hal itu dapat dibuktikan dengan kondisi bank Maluku hari ini sebagai berikut:

1. Pecapaian Kinereja Bank Maluku Malut pada posisi 30 juni 2021 menunjukan kinerja yang sangat baik dimana realisasinya melebihi target rencana bisnis bank.

2. Tingkat kesehatan bank berada di level-2/komposit-2, yang sebelumnya berada di level-3

3. Pengurus Bank Maluku Malut yang terdiri dari komisaris dan direksi sudah lengkap, masing-masing komisaris orang dan direksi empat orang. Hal seperti ni baru terjadi di th 2021.

4. Grand Design Human Capital Management (GD-HCM) Bank Maluku Malut dipastikan akhir tahun ini sudah terealisasi sehingga dapat menjadi guide bagi pembenahan SDM Bank Maluku Malut.

Baca Juga  Merasa Dirugikan, Jurnalis Ini Akan Polisikan Kades Moiso

Tentu saya berharap sungguh kondisi bank Maluku Malut yang sudah baik ini harus tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan di waktu mendatang.

Untuk itu di kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemegang saham PT. Bank Maluku Malut yang telah meberikan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai komisaris utama, seraya memohon maaf atas kekhilafan yang telah saya lakukan selama mejalankan tugas selama ini juga ucapan terima kasih kepada teman-teman komisaris, direksi dan segenap karyawan PT Bank Maluku Malut, atas kerja samanya selama ini disertai permohonan maaf apabila ada salah baik disengaja maupun tdk disengaja.

Tiada gading yg tak retak, kebenaran hanyalah milik Allah semata.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada istri dan anak-anak tercinta, serta kedua orang tua dan adik-adik saya yang selalu mendukung dan mendorong di manapun saya mengabdi.

Terima kasih khusus kepada segenap sahabat dan teman-teman seperjuangan juga masyarakat luas yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung.

Jangan sekali kali kau gadai harga diri dan kebebasanmu hanya karena sebuah jabatan krn jabatan itu adalah amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggung jawab untuk kemaslahatan banyak orang bukan untuk pengabdian kepada orang perorang..
Sampai bertemu di ladang pengabdian lainnya…
Insha Allah!

(tim)