Konser 7 Ruang God Bless Dipersembahkan untuk Difabel Terdampak Covid-19

oleh -14 views
Vokalis grup band God Bless yakni Ahmad Albar tampil pada Konser Perjalanan God Bless yang bertajuk "Semut Hitam" di Titan Center, Bintaro, Tagerang Selatan, Banten, Sabtu (7/9/2019) malam. Konser tersebut digelar untuk menandai perjalanan 46 tahun God Bless berkiprah di dunia musik Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ahmad Albar memupuskan dahaga para penikmat God Bless dengan lagu Kepada Perang dalam Konser 7 Ruang, yang digelar live streaming di tanggal cantik, Sabtu (10/10/2020) malam. Konser yang tayangkan secara live di YouTube itu ditonton ribuan pasang mata, dari penjuru Tanah Air, hingga Amerika Serikat. Hingga pamungkas, konser yang digelar di Studio DSS Music itu, ditonton oleh 3.000 penonton.

Sejak tanah kami mengering, dibakar perang yang bising, semua tersisih, kita pun terhempas, di antara pergolakan dan terluka

Oh, kau dunia, lihat luka menyayat kami. Oh, kau semesta hentikan sengketa ini, kami telah jenuh, kami telah jemu, kami telah beku

Lagu karya Tommi Marie dari album Barat Timur (Gong 2000) itu, menggebrak para penggila super rock band Tanah Air yang eksis sejak 1973 silam. “Thank you DSS, salam rock di udara!” tulis Fatli Kara, dalam live chat. Ada lagi, “Libass Opung kami, GodBless is the best,” tulis Muhammad Marvi Santa Vator. “Kagak ada matinyee,” tulis Susi Ivatty.

Link Banner

Di usianya yang kian menua, rocker gaek berusia 74 tahun itu, terus menggebrak dengan lengkingan suara khasnya. Iyek, sapaan akrab Ahmad Albar, tetap tampil prima dan berenergi. Bersama Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satriatama (drum), menuntaskan 14 lagu yang diambil dari tujuh album God Bless, dalam konser berdurasi 2 jam 42 menit dan 35 detik itu.

Baca Juga  Sejumlah Bantuan Mengalir ke Gustu Covid-19 Provinsi Maluku

Para penggila God Bless dibuai dan dihentak dengan lagu-lagu andalan Rumah Kita, Panggung Sandiwara, Bis Kota, Syair Kehidupan, dan Semut Hitam.

Konser berlangsung cair dan santai, dengan beberapa kali diselingi rehat dan obrolan santai antara Bens Leo, wartawan musik senior, yang menjadi moderator, sekaligus narasumber dan saksi sejarah yang mengawal dan memotret perjalanan musik God Bless sejak 47 tahun silam.

‘”Dulu Iyek, paling susah kalau ditemui. Waktu gua datang ke rumahnya untuk wawancara, harus nunggu lama, mungkin 2 jam-an. ‘Bentar, gua mandi dulu,’ katanya. Yang bikin lama itu dia harus nyisir rambut kribonya, yang waktu itu gede banget,’’ ujar Bens Leo, disambut gelak tawa Iyek.

Baca Juga  Jurnalis yang Bertugas di Kantor DPRD Maluku Akan Jalani Swab Test

Konser juga makin gayeng dengan suara khas diselingi canda, Donny Hardono, pemilik DSS Music Studio, yang kebagian membacakan donasi yang masuk. “Ayo, sebelum request lagu, mana nih donasinya. Kami tunggu di rekening Bank Jateng, atau rekening BCA,’’ ujar Donny.

Pengusaha Sandiaga Uno yang mengikuti konser dari Surabaya mengaku sangat mengapresiasi konser itu. Apalagi, konser itu juga sekaligus mencari donasi khusus bagi para difabel yang terdampak Covid-19. “Generasi saya tumbuh dan dewasa bersama God Bless, bagus nih acaranya. Saya ajak semua penonton ikut berdonasi dalam acara ini,’’ ujar mantan cawapres Pemilu 2019.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menyatakan sangat mendukung konser amal ini. Konser ini merupakan kelanjutan dari Panggung Kahanan yang digagasnya pada bulan ramadan lalu. Konser virtual yang digelar di pelataran rumah dinasnya itu juga mendonasikan untuk para seniman yang terdampak pandemi.

Baca Juga  Tingkatkan kompetensi guru, Disdik usung program ”moving”

“Saat saya SMA, saya salah satu fan yang tergila-gila sama God Bless. Lengkingan suara Iyek dan petikan gitar Eet Sjahranie yang menyayat-nyayat itu masih terngiang sampai sekarang,’’ ungkap Ganjar.

Di pamungkas acara, Donny Hardono mengumumkan donasi terkumpul tercatat Rp123.906.672. Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, yang menggagas dan mensponsori konser ini mengaku bersyukur, konser bukan hanya memuaskan dahaga para penggemar musik cadas, khususnya para fans God Bless, namun juga mampu mengajak masyarakat berdonasi bagi para difabel yang hidupnya terdampak Covid-19. Dana itu seluruhnya akan disumbangkan untuk membantu para difabel di Tanah Air.

“Saya menyampaikan terima kasih pada DSS, pada God Bless, dan semua yang telah ikut berdonasi dalam konser ini. Kita bangga, Indonesia punya God Bless. Kita mendukung agar ekonomi kita terus maju, khususnya ekonomi kreatif,’’ ujar Nano, panggilan akrab Supriyatno, yang dikenal pula sebagai penggila musik. (red/rtm)

Sumber: BeritaSatu.com