Konsumsi miras, pacar sendiri dihajar babak belur

oleh -48 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Pengaruh minuman keras (miras) selalu saja memberikan dampak yang buruk bukan saja bagi peneguknya, namun juga orang yang berada di sekitar peneguk miras itu sendiri.
Hal ini juga dirasakan salah satu karyawati swasta, MVR (34), saat dihajar kekasihnya hingga babak belur Kamis (19/4), sekitar pukul 18.30 Wit.

Kala itu, kekasihnya Thomas Istia alias Toton, sedang di bawah pengaruh miras atau alkohol.

Sebelumnya, MVR bersama salah satu rekannya, hendak mengunjungi rekan merwka lainnya yang berdomisili di Batu Gantung Ganemo.

Saat melintasi wilayah dimaksud, MVR mendapati Toton sedang menikmati madunya miras jenis sopi bersma beberaoa rekannya, di pinggiran jalan di wilayah tersebut.

Setelah MVR berada di rumah rekannya itu, ia menerima pesan teks dari Toton untuk menemui yang bersangkutan.

Baca Juga  ABK Bajak Kapal KM Mina Sejati di Laut Aru, Dua Orang Tewas

Begitu keduanya bertemu, MVR pun dibentaki Toton dan kemudian dipukuli dengan kepalan tangan pada bagian muka, kepala dan lengan.

Tak sampai di situ, Tototn kemudian mengambil sepotong besi dan memukul korban serta menyeret MVR di pinggir jalan hingga pakaian yang dikenakannya robek.

Akibat tindakan penganiayaan oleh Toton ini, MVR mengalami bengkak pada pipi, kepala, dahi, lengan kanan dan luka lecet pada kaki korban.

Ta terima dikasari demikian, MVR pun mendatangi dan melaporkan insiden dimaksud ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres P. Ambon dan Pp. Lease, Kamis (19/4) sekitar pukul 23.45 Wit.

Mirisnya lagi, ternyata pelaku ini merupakan salah satu pelaku dari 10 orang pelaku penganiayaan dan pembacokan warga Batu Gantung Tagalaya, dalam bentrokan warga Batu Gantung, Minggu (11/3) lalu.

Baca Juga  Perjalanan Maria Sharapova Di Brisbane Hanya Seumur Jagung

Bahkan Toton juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease.

Hal ini dibenarkan salah satu penyidik Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease yang enggan namanya diungkapkan.

”Setelah menerima laporan dari SPKT Polres P. Ambon dan Pp. Lease, kami kemudian melakukan pemeriksaan kepada korban untuk dimintai keterangan.

Namun karena kondisi korban yang saat itu dalam keadaan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan sehingga kami menyuruh korban untuk pulang ke rumahnya. Korban baru akan dimintai keterangan kembali pada Senin (23/4) besok,” pungkasnya. (keket)