Kontraktor Proyek Jalan di Kecamatan Kayoa Utara Halsel Belum Bayar Upah & Material

oleh -524 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Proyek pembangunan akses jalan penghubung Desa Ngokomalako dan Desa Wayasipang Kecamatan Kayoa utara Kabupaten Halmahera Selatan telah rampung, namun menyisakan puluhan juta rupiah upah pekerja dan material yang belum dibayar oleh pemilik CV. Elgapi.

Kepada media ini melalui sambungan WhatsApp Kamis (25/2/2021) Bahtiar Sanusi, warga Desa Ngokomalako selaku pemilik material mengungkapkan bahwa pembangunan jalan dengan volume 1.750 meter telah menghabiskan puluhan kubik material hasil pengambilan warga kedua desa tersebut yakni, Desa Ngokomalako dan Wayasipang.

Ia mengaku material ratusan kubik habis digunakan pada pembangunan jalan tersebut tidak dibayar upah kerjanya oleh pemilik CV Elgapi.

“Kan dorang janjikan akan bayar pada tanggal 10 Februari, namun dorang tidak datang. Setelah itu dorang janji lagi di bulan Maret tanggal 10, namun sampe sekarang dorang belum datang – datang,” ungkapnya.

Link Banner

Bahtiar menambahkan material ratusan kubik yang sudah habis digunakan pada item pekerjaan lapis permukaan penetrasi “macadam” yakni material berupa batu dengan hitungan upah perkubik Rp.250.000, kerikil persak Rp.13.000 dan material lainnya.

Baca Juga  Polisi: John Kei dan Nus Kei Ribut karena Urusan Jual Tanah

“Pembangunan jalan itu torang dua desa punya matrial deng ratusan kubik. Dan material selain batu dan kerikil, material timbunan juga puluhan kubik yang dong belum bayar sampe sekarang,” terang Bahtir.

Untuk diketahui, pekerjaan pembangunan jalan penghubung Desa Ngokomalako dan Desa Wayasipang Kecamatan Kayoa Utara Halsel dengan nomor kontrak: 600.620/SP/DPUPR-MU/APBD/BM/PPK-VII/FSK, pada Februari 2020 dengan nilai kontrak Rp.1.777.546.000,- yang bersumber dari APBD dan jangka waktu 90 hari ini meninggalkan hutang di dua desa tersebut.

Terpisah, Nando selaku pelaksana dan pengawas di lapangan ketika dikonfirmasi melalui WhatsAppnya membenarkan bahwa, upah pemilik material belum dilunasi, pasalnya dari pagu anggran Rp. 1,5 milyar baru dicairkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku Utara sebesar Rp. 470.000.000

Baca Juga  Sebar Hoaks tentang Gempa dan Tsunami, Vicardy Diamankan Polisi

“Terkait masalah upah belum dilunasi memang benar dikarenakan masih menunggu pencairan dari pemerintah, pencairan baru diterima tahap pertama tahap ke 2 belum diterima karena dana kas pemerintah sedang kosong waktu itu hingga sekarang progres jalan sudah selesai pihak pelaksana menunggu pencairan 100% . Dan sudah ada kesepakatan antara kontraktor dengan pihak masyarakat ke dua desa berupa surat pernyataan ketika pencairan 100% akan dilunasi smua hutang tersebut,” jelas Nando.

Ia menambahkan untuk pembayaran upah material langsung saja pada kontraktornya.

“Untuk lebih jelas bisa hubungi langsung ke kontraktornya karena masalah pembayaran beliau yang lebih tahu,” katanya.

Hingga berita ini dipublis, pemilik CV Elgapi saat dihubungi wartawan media ini melalui telepon selulernya ke nomor 08591838xxxx tidak dapat dihubungikan. (adhy)