Kontraktor SMPN 71 Halsel Desa Loleo Diduga Sunat Uang Proyek Puluhan Juta Rupiah

oleh -155 views
Link Banner

Porostimur.com, Labuha – Proyek 2 unit Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 71 yang berada di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan belum bisa dipakai karena ditahan oleh masyarakat dan pekerja bangunan, lantaran masih terkendala pembayaran upah beberapa pekerja dan tukang bangunan.

Berdasarkan keterangan yang diterima porostimur.com, Selasa (24/1/2023) Ardila Rusli salah satu pengawas proyek tersebut menyatakan bahwa sekolah tersebut ditahan sejumlah masyarakat. Pasalnya, kontraktor belum membayar upah tukang, material, gaji pengawas dan upah cetak batako, upah timbunan sekolah, dan upah buruh, serta upah sewa rumah penampung bahan-bahan material bangunan sekolah.

“Masyarakat dan pekerja geram dengan sikap kontraktor bernama Kudri yang lalai dan tak bayar upah pekerja. Padahal proyek tersebut berjalan dari November 2021 dan selesai April 2022, namun sampai Januari 2023, upah pekerja belum terbayar. Parahnya kontraktor kini telah menghilangkan atau tidak perduli dengan tunggakan tersebut,” tandasnya

Diketahui upah yang belum terbayar berkisar Rp.70 jutaan. Di mana, upah tukang bangunan Rp 40 juta, upah tukang bangunan kedua Rp. 12 juta, upah cetak batako Rp.3,700.000, upah timbunan Rp 8 juta, upah buruh Rp. 7 juta, upah material Rp.1.700 ribu. Sewa rumah penampung bahan proyek Rp.1 juta dan gaji pengawas Rp.8 juta. Jadi tunggakan tersebut mencapai Rp. 70 jutaan lebih.

Ardila Rusli S.Sos selaku pengawas proyek RKB tersebut berjanji akan mengawal anggaran upah sampai tuntas terbayar.

“Jika tidak terbayar meski sepersen saja, kami akan tak segan-segan melaporkan kontraktor saudara Kudri ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Pengawas yang biasa disapa Ardi itu mengatakan bahwa informasi dari dinas terkait dengan dana proyek SMPN 2 RKB itu sudah ada (cair) dari 2022 awal, tapi sampai tahun 2023 saat ini kontraktor belum membayar upah pekerja tersebut dengan alasan dana belum cair.

Dirinya berharap para pekerja dan masyarakat yang merasa dirugikan itu bisa bersama-sama segera melaporkan kontraktor Kudri ke kepolisian agar secepatnya membayar tunggakan upah pekerja tersebut.

Sekedar diketahui kontraktor Kudri adalah mantan anggota dewan dari partai Demokrat Halmahera selatan itu telah mendapat kecaman dari masyarakat dan pekerja bangunan di Desa Loleo. (Fadli Naser)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.