Korban Tewas Jadi 39 Orang. Polisi Buru Penyeber Hoaks Gempa Ambon

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, korban jiwa akibat gempa Maluku hingga Senin malam menjadi 39 orang. Sebelumnya korban meninggal tercatat 38 orang. Sedangkan korban luka 1.578 orang dan 170.900 jiwa mengungsi.

“Kemudian sampai dengan data semalam juga, untuk rumah rusak berat mencapai 1.273, rusak sedang 1.837, dan rusak ringan 3.245. Total 6.355 unit,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Selain itu, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang rusak mencapai 512 unit.

Doni menuturkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkannya untuk kembali ke Ambon malam ini juga. “Kami pastikan semua proses penanganan bencana bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  BNPB: Pemicu Gempa Ambon Bukan Pengeboran Panas Bumi

Selain itu, Doni mengimbau kepada masyarakat agar tidak melempar kabar bohong terkait isu gempa. Ia menjelaskan hingga kini belum ada satu teknologi atau lembaga yang bisa memprediksi kapan gempa dan tsunami akan terjadi.

Untuk diketahui, sampai hari ke-12 pascagempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, hingga Selasa (8/10/2019) pagi, gempa susulan di wilayah Maluku masih terus terjadi.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon hingga pukul 09.00 WIT, gempa susulan yang mengguncnag Pulau Ambon dan sekitarnya telah mencapai 1.216 kali.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Komisaris Besar Firman Nainggolan mengatakan, tim siber Polda Maluku sudah mengidentifikasi sejumlah akun yang menyebarkan berita hoaks terkait gempa Ambon. Tim siber juga melakukan patroli di media sosial selama 24 jam per hari untuk menghalau penyebaran hoaks.

”Kami lakukan terus counter isu dan penyelidikan terhadap penyebaran hoaks. Pada umumnya, (penyebar hoaks) menggunakan akun palsu dan berada di luar Maluku,” katanya.

Baca Juga  Diduga Konsumsi Obat Kuat, La Muhammad Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel

Tim penyelidik masih melakukan pendalaman, termasuk mencari tahu dugaan penyebaran hoaks itu dilakukan secara terorganisasi dan sistematis. (red/rtl)