Korem suguhkan ”Maluku Harus Beda”

oleh -35 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Menghadapi tahun 2018 sebagai tahun politik Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya menggelar Komunikasi Sosial (Komsos), di Baelio Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya, Sabtu (13/1).

Rilis berita yang diterima wartawan dari Penerangan Korem (Penrem) 151/Binaiya, Minggu (14/1), menyebutkan komsos dimaksud mengusung judul Maluku Harus Beda, turut melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers dan komponen masyarakat di dalam wilayah Maluku.

Dalam arahannya, Danrem 151/Binaiya, Kolonel (Inf) Christian Kurnianto Tehuteru, menjelaskan bahwa judul yang diangkat ini sebagai wujud kepedulian Korem 151/Binaiya untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam rangka mempelopori terjaganya stabilitas keamanan di Maluku, terlebih lagi dihadapkan dengan memasuki tahun politik di tahun 2018 ini.

Mengawalinya, Tehuteru menyampaikan ucapan selamat Hari Natal kepada yang merayakan dan Selamat Tahun Baru kepada seluruh hadirin.

Setelah itu dilanjutkan dengan sejarah singkat masuknya agama-agama dan negara-negara asing ke Maluku melalui jalur perdagangan dan sudah tentu mempengaruhi adat istiadat, tradisi dan kebiasaan masyarakat Maluku.

Baca Juga  Video... Gempa Magnitudo 7.2 Guncang Labuha, Warga Panik dan Mengungsi

Menurutnya, ada nilai positif yang masih dipelihara masyarakat antara lain seperti Tari Lenso, Tari Cakalele, Pukul Sapu Lidi di Mamala Morella, Cuci Negeri di Negeri Soya, tradisi Pela Gandong dan banyak lagi.

Jika semuanya dilestarikan dan dikembangkan, akunya, akan menjadi objek wisata serta tontonan yang menarik dan dapat memiliki nilai jual yang tinggi.

Begitupun peringatan terhadap Pahlawan seperti Pattimura dan M.C. Tiahahu juga dapat dikemas menjadi tontonan menarik bagi wisatawan.

Di sisi lain, tegasnya, masih terdapat adat, tradisi maupun kebiasaan yang bersifat negatif yang harus diminimalisir bahkan dihilangkan, seperti kebiasaan minum miras, penyelesaian masalah dengan angkat parang dan tombak, euphoria berlebihan dan egosektoral serta jiwa korsa yang sempit yang  tentunya kebiasaan-kebiasaan ini akan menghambat kemajuan bagi Maluku.

Baca Juga  Kapal Soechi Nyaris Tenggelam di Perairan Maluku

”Untuk maju kita harus mau berubah. Keberanian orang Maluku sudah tidak diragukan lagi. Tapi keberanian tersebut harus diikuti dengan kebijakan dan kecerdasan dalam memutuskan,” ujarnya.

Merubah sikap itu, jelasnya, maka banyak orang Maluku yang menjadi orang yang berpengaruh seperti Dr. Johanes Leimena, Mr. Johanes Latuharhary dan Prof. Dr Gerrit A. Siwabessy.

”Oleh karena itu ajarkan putra putri anak cucu kita untuk berani beda, berani mencari ilmu setinggi-tingginya, berani mencari kawan, bukan lawan, berani mengalah untuk kebaikan dan berani mengutamakan persaudaraan, persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Ditambahkannya, para hadirin juga harus berani jujur, berani mengakui kebaikan orang lain, berani tampil beda dan berani menegur serta berani mencari persamaan di antara perbedaan, agar tumbuh dan berkembang menjadi satu.

Baca Juga  Kadispora Morotai Menghadiri dan Menunjang Lomba Seni

”Keberanian di atas sangatlah tepat untuk dipedomani di dalam memasuki Tahun Politik. TNI AD bertekad untuk menjunjung tinggi netralitas TNI dalam Pilkada serentak di Wilayah Maluku yang akan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Diharapkan kepada masyarakat juga dapat turut berperan dalam menciptakan suasana pilkada yang penuh persaudaraan, kesejukan dan kedamaian,” pungkasnya. (Jessica Soplera)