Kota Ambon Kembali ke Zona Merah Corona

oleh -728 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Berdasarkan update data mingguan peta zonasi Covid-19 per tanggal 2 Agustus 2020 yang dilakukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kota Ambon kembali masuk dalam Zona Merah Covid-19.

Kota Ambon menjadi 1 dari 13 daerah yang berubah dari zona oranye (risiko sedang) ke zona merah (risiko tinggi) terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy mengatakan, kembalinya Kota Ambon ke zona Merah, lantaran banyak sekali masyarakat yang lepas kontrol.

“Setelah melewati beberapa tahapan dalam penanganan, mulai dari PKM, PSBB sebanyak 2 tahap, yang dinilai mampu menurunkan kurva penularan, yang kemudian masuk dalam tahap PSBB transisi, membuat banyak sekali masyarakat yang merasa bebas dalam beraktivitas, sehingga mengabaikan protokol kesehatan,” kata Pelupessy lewat siaran persnya, Jumat (7/8/2020).

Link Banner

Hal ini dilihat dari banyaknya pergerakkan masyarakat didalam Kota Ambon, yang seakan-akan menganggap bahwa Covid-19 sudah selesai.

Baca Juga  DPC Granat SBB Diminta Maksimal Berantas Narkoba

“Ini keliru. Covid-19 masih ada, dan pergerakan masyarakat dengan mengabaikan protokol kesehatan, membuka peluang besar bagi Covid-19 untuk berkembang,” imbuhnya.

Dikatakannya, zonasi merupakan pemetaan yang dilakukan berdasarkan data yang diterima, mau berada di zona mana, itu kembali kepada diri masing-masing.

“Semuanya berpulang ke pribadi kita masing-masing, kalau kita ingin berada dalam zona yang aman, maka mulailah beraktivitas dengan mengedepankan protokol kesehatan. Pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, jaga imun tubuh, dan sebagainya. Kesadaran diri, merupakan faktor utama,” tegas Kadis.

Lebih lanjut Pelupessy mengaku, banyak masyarakat yang tidak betul-betul ingin menaati peraturan terkait protokol kesehatan.

“Kenapa? karena banyak masyarakat yang hanya memakai masker, apabila melihat petugas atau ditegur petugas. Setelah itu, mereka tidak menggunakannya secara tepat atau bahkan mencopot dengan berbagai alasan yang ada,” kesalnya.

Baca Juga  Rovik Akbar Afifuddin Pimpin FPTI Maluku

Kepastian Ambon kembali memasuki zona merch disampaikan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito lewat keterangan pers yang disampaikan dari Kantor Kepresidenan – Jakarta, Kamis (6/8/2020).

“Berdasarkan laporan yang diterima dan hasil analisa yang dilakukan untuk data per tanggal 2 agustus terjadi perubahan zona dari beberapa daerah,” kata Jubir.

Jubir merinci, untuk perubahan zonasi wilayah resiko pada pekan lalu dengan menggunakan data per tanggal 26 juli, dimana zona merah atau beresiko tinggi berjumlah 44, namun pada pekan ini berubah menjadi 33. Namun pada pemetaan zonasi oranye dari 160 menjadi 194.

“Untuk zona kuning atau Zona rendah berubah dari 182 menjadi 163 Kota/Kabupaten, sementara zona hijau dari 94 turun menjadi 86 Kota/Kabupaten,” jelas Jubir.

Adapun 13 daerah yang berubah dari zona oranye ke zona merah antara lain, Karangasem (Bali), Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Pahuwato (Gorontalo), Kota Depok (Jawa Barat), Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), Kota Ambon (Maluku), Mimika (Papua), Gowa (Sulawesi Selatan), Minahasa dan Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Kota Prabumulih (Sumatera Selatan), dan Kota Binjai (Sumatera Utara).

Baca Juga  Ternyata 'Janda-janda' di Kalimantan Selatan ini Sangat Suka Tempat yang Gelap

Karena itu, lanjut Jubir, setiap daerah baik dari Pemerintah maupun masyarakatnya diminta untuk bisa bahu-membahu dalam upaya melindungi daerahnya masing-masing.

“Mohon kiranya semua anggota masyarakat untuk bersama-sama melindungi wilayah zonasinya agar lebih membaik,” pintanya.

Dijelaskan, perpindahan zonasi, khususnya untuk zonasi oranye ke zonasi merah kiranya menjadi perhatian bagi seluruh lapisan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan akan bahaya Covid-19.

“Perubahan yang terjadi merupakan suatu tanda atau alert bagi semua elemen masyarakat, untuk lebih waspada akan pandemi yang ada,” demikian Jubir. (red)