KPK Kembangkan Kasus eks Gubernur Malut AGK ke Tindak Pidana Pencucian Uang

oleh -67 views

Porostimur.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berfokus pada dugaan suap dalam kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba. Penyidik mengembangkan perkaranya ke arah pencucian uang.

“Betul (mengembangkan ke arah pencucian uang),” kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada warrtawan di Jakarta, Selasa (26/3/2024).

Kepala Bagian Pemberitaan KPK itu menyebut pengembangan kasus Abdul Gani penting untuk mengembalikan kerugian negara atas ulahnya. Teranyar, hotel milik gubernur nonaktif Malut itu sudah disita penyidik.

“Kami upayakan pada peluang penerapan TPPU untuk memaksimalkan pemulihan dugaan hasil kejahatan korupsinya,” ucap Ali.

Ali menjelaskan, aset milik Abdul Gani Kasuba yang disita KPK, di antaranya 10 bidang tanah dan bagunan dengan luas bervariasi. Di salah satu lokasi terdapat hotel yang akan segera beroperasi.

Baca Juga  Polres Kepulauan Sula Serahkan 8 Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pencabulan ke Jaksa

“Maksud penyitaan aset-aset tersebut bertujuan untuk optimalisasi asset recovery dari hasil kejahatan korupsi,” katanya. KPK sebelumnya telah menetapkan Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka kasus dugaan suap. 

Gani diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Malut. Nilai berbagai proyek infrastruktur di Malut itu mencapai Rp 500 miliar, yang bersumber dari APBN. 

No More Posts Available.

No more pages to load.