KPU Provinsi Diminta Take Over Tahapan Pemilu di Sula

oleh -31 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Hasil pemilihan umum legislatif di kabupaten Kepulaua Sula dinilai tak lagi falid karena adanya kecurangan di kalangan penyelenggara secara sistematis, terstruktur dan massif.

Oleh karena itu, KPU Provinsi diminta segera menonaktifkan komisooner KPU Sula dan mengambilalih (take over) seluruh tahapan pemilu di kabupaten Kepulauan Sula.

Damrin Panigfat, Saksi Partai Nasdem mempertanyakan, keakuratan data yang disampaikan oleh PPK Kecamatan Sulabesi Tengah, sebab pada form C1 yang dimiliki partai, jumlah suara Abubakar Gailae tercatat 92 suara, namun yang tertulis pada rekapitulasi kecamatan hanya 91 suara. Disamping itu, banyak form C1 Plano dan Form C1 yang dibubuhi tipex.

“Kecurangan yang berlangsung di Sula ini sistematis, terstruktur dan massif. Oleh sebab itu kami meminta KPU dan Bawaslu Provinsi untuk mengambil alih seluruh tahapan pemilu di Kabupaten kepulauan Sula”, papar Damrin.

Link Banner

Senada dengan Damrin, Saksi dari PKPI Salman Naipon kepada media pers mengatakan, Pemilu 2019 di Kabupaten Kepulauan Sula berlangsung penuh kecurangan, namun penyelenggara terkesan tutup mata dan membiarkannya.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon. Sabtu, 23 Mei 2020

Salmailn Naipon mengatakan, ada banyak pelanggaran dan kecuranhan yang terjadi. Mulai dari Form C7 yang diisi oleh petugas KPPS, perhitungan suara yang tidak menggunakan C1 Plano, pengelambungam suara di Form C1 sampai coblos double dan pencurian kertas suara oleh petugas PPK. Namun semua pelanggaran tersebut tidak pernah diproses oleh Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula.

“Ada banyak pelanggaran, baik itu temuan temuan langsung di lapangan maupun yang telah dilaporkan secara resmi oleh parpol peserta pemilu, namun semua kasus tersebut tidak ada yang diproses. oleh sebeb itu, kami mendesak KPU Provinsi Maluku Utara untuk mengambil alih seluruh tahapan”, papar Salman.

Untuk diketahui, sebelumnya, dalam rapat Pleno KPUD Kabupaten Kepulauan Sula yang baru berlangsung dua hari telah menelan korban satu orang meninggal dunia. Korban adalah Abubakar Gailae, Saksi yang juga Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten dari Partai Demokrat. Abubakar menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sanana, setalah sebelumnya pingsan di ruang rapat pleno, Rabu, (01/04).

Baca Juga  Polsek Ternate Utara Amankan 50 Katong Cap Tikus Asal Halmahera Barat

Di tengah situasi rapat pleno yang tegang dan chaos itu, Ketua KPU tiba-tiba mengetok palu dan mengesahkan hasil perolehan suara DPRD Provinsi.

Forum semakin tidak bisa dikendalikan, namun KPU Kepsul tetap melanjutkan sidang dengan membaca rekapitulasi Kabupaten sampai selesai, tanpa memberikan kesempatan kepada Bawaslu kabupaten dan saksi untuk menyampaikan tanggapan. (raka)