Kreasi dan inovasi DD, bantu angkat derajat desa di Maluku

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Selang 4 tahun terakhir, Kementerian Perdesaan dan Daerah Tertinggal (PDT), telah mengucurkan anggaran kurang lebih Rp 4 trilyun guna pembangunan desa-desa di Maluku melalui Dana Desa (DD).

Kurang lebih 2.000 desa di Maluku menikmati anggaran dimaksud yang berkisar Rp 750 juta hingga Rp 1,5 milyar.

Hal ini ditegaskan salah satu calon anggota DPD RI dapil Maluku nomor urut 34, Johozua M. Joltuwu,Msi, saat bersosialisasi dengan masyarakat Desa Wayame terkhusus di RT 006/RW 001 dan sekitarnya, Senin (1/4).

Selain masyarakat Desa Wayame, Joltuwu juga merangkul siswa-siswi SMK dari Desa Ulima, Kecamatan Ambalauw, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang sedang menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Ambon.

Link Banner

Kecuali pembangunan gedung ibadah dan kantor desa, jelasnya, ada banyak hal yang dapat dibangun dengan dana desa tersebut, baik itu sarana–prasarana fisik.

Baca Juga  Video: Suara Emas Para Suster Kongregasi DSY di Ternate Malut

DD dimaksud, tegasnya, juga bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada guna mendatangkan pendapatan keluarga.

Joltuwu sendiri mengaku berkeinginan maju menjadi salah satu kandidat anggota DPD RI.

Alasannya, akunya, yakni ingin bersama-sama rakyat Maluku, membangun Maluku sampai pada titik terjauhnya.

Tujuan itu, terangnya, sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Nawacita yang berimplementasi membangun dari pinggiran.

”Saya mengabdi sebagai PNS selama 30 tahun. Ini pengabdian terlama di Kemendagri dan terakhir di Kementrian Perdesaan dan Daerah Tertinggal sebagai Dirjen. Dimana, di sana saya mengurus puluhan ribu desa di Indonesia, termasuk kurang lebih 2.000 desa di Maluku,” ujarnya.

Baca Juga  PAN Resmi Dukung Pasangan Bagus di Pilkada Tikep

Mengelola DD yang demikian fantastis jumlahnya, tegasnya, maka masyarakat harus memiliki ide-ide kreatif, terobosan untuk usaha-usaha produktif yang diwadahi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sebut saja membuat industri kecil yang produktif ataupun industri rumahan, kuliner dan lainnnya untuk peningkatan pendapatan.

”Kalau  di sini banyak gandaria, dapat membuat jus gandaria atau produk lainnya dengan kemasan yang baik, punya quality control yang baik pula, agar boleh menjadi jajanan ataupun oleh-oleh bagi para wisatawan ataupun siapa saja yang datang ke Maluku,” jelasnya.

DD dimaksud, jelasnya, juga bisa digunakan untuk mengelola tanah-tanah pertanian atau memanfaatkan lahan-lahan tidur dengan menggunakan manajemen yang terkelola secara baik, agar dapat menghasilkan output yang mendatangkan income bagi keluarga.

Baca Juga  Peringatan Potensi Gempa Kuat di Maluku Utara dan Sejarahnya, Begini Penjelasan BMKG

”Jadi, tidak lagi menggunakan cara masohi sama seperti zaman dahulu, dalam mengelola lahan. Tapi, bagaimana mempergunakan hand tracktor untuk menggarap lahan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, DD juga memberikan kesempatan kepada ibu-ibu rumah tangga (IRT) maupun kaum muda di desa untuk membuat kelompok usaha.

Apalagi, DD pada intinya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

”Kalau tak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat maka sangat disayangkan,” pungkasnya. (keket)